logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Tekan Angka Stunting, Pemdes Jatian dan Muspika Pakusari Sosialisasi Bahaya Hamil '4T'

  • 23 Oktober 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
tekan-angka-stunting-pemdes-jatian-dan-muspika-pakusari-sosialisasi-bahaya-hamil-4t-20261023

Tekan Angka Stunting, Pemdes Jatian dan Muspika Pakusari Sosialisasi Bahaya Hamil '4T'

JEMBER, 23 OKTOBER 2026 – Pemerintah Desa Jatian menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai upaya konkret mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kondisi kehamilan "4T" (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak) demi menekan angka stunting dari hulu. Langkah pencegahan sejak dini ini dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari ancaman gangguan tumbuh kembang anak.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari pada Kamis, 22 Oktober 2026 ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Pakusari, di antaranya Kasi PMKS Mujiono serta Kasi Pemtibum Madha Yudi. Kehadiran pihak kecamatan menunjukkan komitmen dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan desa dalam mengawal program prioritas nasional penanganan stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi PMKS Kecamatan Pakusari, Mujiono, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai risiko kehamilan yang kurang terencana. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang pola kehamilan yang sehat merupakan fondasi awal untuk mencegah munculnya kasus stunting baru di wilayah Pakusari.

"Pencegahan stunting tidak bisa hanya berfokus pada penanganan saat anak sudah lahir, melainkan harus dimulai sejak masa perencanaan kehamilan. Melalui Rembug Stunting di Desa Jatian ini, kami menekankan pentingnya menghindari kondisi 4T. Masyarakat perlu menyadari bahwa usia hamil yang berisiko, seperti mendekati atau di atas 34 tahun, serta jarak kelahiran yang terlalu rapat sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi," ujar Kasi PMKS Kecamatan Pakusari, Mujiono, saat memberikan arahan dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan dalam sosialisasi tersebut bahwa jarak ideal kelahiran antar anak yang dianjurkan adalah minimal 3 hingga 4 tahun. Jarak tersebut memberikan waktu yang cukup bagi seorang ibu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya, serta memastikan anak pertama mendapatkan ASI eksklusif dan perhatian pengasuhan yang optimal sebelum hadirnya adik baru.

Selain membahas bahaya 4T dan penataan jarak kehamilan, pertemuan Rembug Stunting ini juga diisi dengan sosialisasi Keluarga Berencana (KB) bagi kaum pria, khususnya metode Vasektomi. Pemdes Jatian dan pihak kecamatan mendorong keterlibatan aktif para suami untuk mengambil peran dalam perencanaan keluarga, sehingga beban kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting tidak hanya ditanggung oleh pihak istri.

Melalui kegiatan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Jatian berharap kesadaran kolektif masyarakat meningkat, sehingga angka stunting di Kecamatan Pakusari dapat ditekan secara berkelanjutan melalui perencanaan keluarga yang matang dan partisipasi aktif seluruh lapisan warga. (zal)

Galeri Foto