Tekan Inflasi Lewat Hilirisasi Pangan, TP PKK Banjarsengon Serap Ilmu di Sosialisasi Sigap Gizi
- 20 Oktober 2026
- Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
Tekan Inflasi Lewat Hilirisasi Pangan, TP PKK Banjarsengon Serap Ilmu di Sosialisasi Sigap Gizi
JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Dalam upaya memperkuat ketahanan gizi sekaligus menekan laju inflasi dari lingkup keluarga, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Banjarsengon berpartisipasi aktif dalam Sosialisasi Program Sigap Pangan (Sinergi Gizi dan Pangan Keluarga Mandiri). Acara yang dirangkai dengan Pertemuan Rutin PKK Kecamatan Patrang ini digelar di Pendopo Kelurahan Bintoro pada Selasa, 20 Oktober 2026 pagi.
Kehadiran delegasi Kelurahan Banjarsengon diwakili langsung oleh Sekretaris TP PKK, Dwi Mulyati, bersama dua anggota Kelompok Kerja (Pokja), yakni Supriatin dan Cicik Darmiasih. Mengenakan seragam kebanggaan Batik PKK, ketiganya hadir untuk menyerap ilmu strategis yang nantinya akan diaplikasikan di tengah masyarakat Banjarsengon.
Acara yang turut dihadiri oleh jajaran Ketua Bhayangkari, Ketua Persit Patrang, serta perwakilan kelurahan se-Kecamatan Patrang ini, dibuka dengan arahan reflektif dari Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Khulashah Syafa', M.Pd.I. Ia kembali mengingatkan esensi perjuangan seorang kader di tengah masyarakat.
"Menjadi kader PKK adalah pengabdian tanpa bayaran, namun manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan menjadi amal mulia bagi kita," tuturnya mengapresiasi semangat para ibu-ibu penggerak.
Khulashah menekankan bahwa Program Sigap Pangan bukanlah sekadar wacana kesehatan, melainkan tameng ekonomi keluarga. "Melalui program Sigap Pangan bersama tim Puskesmas, kita fokus membangun ketahanan pangan dan gizi masyarakat secara mendalam. Menanam tanaman pangan di rumah bukan sekadar untuk memenuhi meja makan keluarga, tetapi merupakan langkah strategis untuk menekan dampak inflasi ekonomi," tegasnya.
Visi kemandirian pangan ini kemudian dibedah secara teknis oleh Luhur Prayogo SP, MP dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP). Ia memaparkan bahwa percepatan gizi pangan memerlukan orkestrasi lintas sektor, mulai dari hulu hingga hilir.
"Kami dari DTPHP bergerak di sektor hulu yang berkaitan dengan kegiatan on-farm, yaitu memproduksi bahan-bahan konsumtif berupa pangan. Di sektor tengah, ada Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi untuk mendukung distribusi dan pemasaran," papar Luhur.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran krusial ibu-ibu PKK yang berada di garda terdepan sektor hilir. Para kader diarahkan untuk menjadi motor penggerak 'hilirisasi' atau pengolahan hasil panen.
"Untuk sektor hilir, ibu-ibu penggerak PKK diarahkan melaksanakan olah hasil, yaitu mengubah hasil tanaman menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi. Sebagai contoh, beras bisa diubah menjadi lontong atau tape, begitu juga buah-buahan segar yang bisa diolah menjadi sirup hingga kue," imbuhnya.
Dari sisi kesehatan, program ini juga dikawal langsung oleh tenaga medis profesional. Turut hadir sebagai narasumber, Ibu Alimatul Aliya AMd Gz dari Puskesmas Banjarsengon yang memberikan edukasi mendalam mengenai standar pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga.
Melalui sinergi lintas sektor ini, perwakilan TP PKK Kelurahan Banjarsengon yang hadir diharapkan dapat membawa pulang gagasan segar. Tidak hanya mendorong masyarakat menanam sayur di pekarangan, tetapi juga menciptakan inovasi olahan pangan yang bergizi dan bernilai jual tinggi. (sgk)