Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Jember Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Dokter Lewat Kopi Manis
- 14 Juni 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Jember Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Dokter Lewat Kopi Manis
JEMBER, 14 JUNI 2026 - Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Sebanyak bidan dan dokter dari 11 puskesmas wilayah kerja Rumah Sakit Kalisat mengikuti Program Kolaborasi Peningkatan Kompetensi Aparatur melalui Magang Antarinstansi (Kopi Manis) yang berfokus pada penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Sebelum menjalani magang, para peserta mendapatkan pembekalan intensif pada 8–12 Juni 2026 di Aula UPT Balai Diklat KB Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, termasuk Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1, Susilowati.
Menurut Susilowati, program magang menjadi sarana penting untuk memperbarui sekaligus memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat yang berisiko terhadap keselamatan ibu dan bayi.
"Kegiatan magang selama satu minggu ini bermanfaat bagi bidan dan dokter untuk me-refresh kembali ilmu yang mungkin sudah lama tidak dipraktikkan. Harapannya, tenaga kesehatan dapat lebih cepat dan sigap dalam menangani kasus kegawatdaruratan sehingga mampu berkontribusi menurunkan angka kematian ibu dan bayi," ujarnya.
Ia menambahkan, pembelajaran melalui kolaborasi lintas instansi dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan menghadapi berbagai situasi darurat di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Program Kopi Manis merupakan inovasi pengembangan kompetensi yang diinisiasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kalisat, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dan Poltekkes Kemenkes Malang. Program ini menerapkan metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung guna memperkuat keterampilan peserta dalam praktik pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, khususnya tenaga kesehatan.
"KOPI MANIS merupakan kegiatan magang kolaboratif yang mempertemukan Rumah Sakit Kalisat, Dinas Kesehatan, dan Poltekkes Kemenkes Malang untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan dokter dan bidan dalam pelayanan kegawatdaruratan melalui metode experiential learning," kata Artiantyo.
Ia berharap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pengembangan kompetensi yang inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Jember Baru, Jember Maju," ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tenaga kesehatan semakin kompeten, responsif, dan profesional dalam menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat keselamatan ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Jember. (dik)