Tekan Stunting hingga ke Tingkat RT, PKK dan Nakes Antirogo Jemput Bola Layani Puluhan Balita
- 09 Juni 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Tekan Stunting hingga ke Tingkat RT, PKK dan Nakes Antirogo Jemput Bola Layani Puluhan Balita
JEMBER, 09 JUNI 2026 – Upaya menekan angka stunting secara konsisten terus digalakkan di wilayah pinggiran Kabupaten Jember. Salah satunya seperti yang terlihat dalam aktivitas pelayanan kesehatan terpadu di Posyandu Catleya 59, Lingkungan Krajan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Selasa, 09 Juni 2026. Melalui sistem jemput bola yang responsif, para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama tenaga kesehatan (nakes) setempat bergerak sinergis guna memastikan pemantauan tumbuh kembang anak usia dini berjalan optimal.
Aktivitas pelayanan kesehatan yang berpusat langsung di tengah pemukiman warga ini mencakup sejumlah pemeriksaan vital. Mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, pemberian imunisasi berkala, hingga pemantauan status gizi bagi ibu hamil. Seluruh catatan perkembangan fisik tersebut diintegrasikan secara cermat ke dalam sistem administrasi seperti 𝘒𝘢𝘳𝘵𝘶 𝘉𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘗𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘺𝘪, 𝘉𝘢𝘭𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘱𝘳𝘢𝘴 (𝟢-𝟩𝟣 𝘉𝘶𝘭𝘢𝘯) guna memetakan potensi risiko gangguan tumbuh kembang sejak dini.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Antirogo, Erni Teguh, menegaskan bahwa kehadiran posyandu di tingkat terbawah menjadi garda terdepan yang paling efektif untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara riil. Menurutnya, pemantauan intensif di kelompok-kelompok posyandu seperti Catleya 59 adalah kunci utama dalam mendeteksi dan mengintervensi kasus gizi buruk.
"Tujuan utama kami turun langsung ke lapangan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para kader posyandu, mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, dan yang paling krusial adalah menekan serta mengurangi angka stunting secara signifikan. Untuk merealisasikan target tersebut, kita semua memang harus memposisikan diri sedekat mungkin dengan masyarakat melalui wadah pelayanan posyandu ini," tegas Erni Teguh di sela-sela peninjauan kegiatan lapangan di Lingkungan Krajan.
Tingginya antusiasme warga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan dasar ini juga terlihat dari rekapitulasi data kunjungan harian yang tercatat rapi di buku register. Pihak kelurahan dan kader setempat mengonfirmasi bahwa rata-rata sasaran berkisar di angka puluhan anak per pos kelompok. "Untuk totalnya di wilayah ini secara keseluruhan mencakup sekitar 70 sasaran yang terdiri dari balita dan juga ibu hamil," imbuh Erni saat memaparkan estimasi jangkauan layanan.
Di sisi lain, proses penjaminan mutu medis selama berjalannya posyandu dikawal ketat oleh tenaga kesehatan dari unit pelayanan fungsional terdekat. Kehadiran nakes di tengah-tengah kader terbukti mampu mempercepat tindakan preventif maupun kuratif di lapangan.
Bidan Aris, tenaga kesehatan yang bertugas langsung memimpin jalannya pelayanan medis di lokasi tersebut menyampaikan bahwa penanganan kesehatan ibu dan anak di Kelurahan Antirogo dilaksanakan secara komprehensif tanpa tebang pilih. "Pada kegiatan hari ini, pelayanan kami berfokus pada pemeriksaan fisik bayi dan balita, pemeriksaan lansia, serta pemantauan berkala bagi ibu hamil. Layanan yang diberikan bervariasi mulai dari pemberian imunisasi dasar lengkap hingga deteksi dini faktor risiko kesehatan lainnya," jelas Aris secara terperinci.
Berdasarkan data autentik yang tercatat pada lembar 𝘒𝘢𝘳𝘵𝘶 𝘉𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘗𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘺𝘪, 𝘉𝘢𝘭𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘱𝘳𝘢𝘴 (𝟢-𝟩𝟣 𝘉𝘶𝘭𝘢𝘯), tren pertumbuhan anak-anak di lingkungan Krajan dipantau secara periodik setiap bulannya dari awal tahun hingga pertengahan tahun 2026. Data konkret tersebut disandingkan secara paralel dengan buku register besar milik kader posyandu yang memuat daftar nama ibu, tanggal lahir anak, hingga riwayat imunisasi harian.
Sinergi yang kokoh antara TP-PKK kelurahan, kader posyandu, dan Puskesmas Pembantu Antirogo ini diharapkan mampu menjadi stimulus positif bagi kelurahan lain di Kabupaten Jember. Dengan basis data pencatatan yang valid serta monitoring yang dilakukan secara konsisten dari pintu ke pintu, target Jember bebas stunting di masa mendatang diyakini bukan sekadar komitmen di atas kertas, melainkan sebuah kepastian yang sedang diwujudkan nyata di lapangan. (dan)