logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

Tiga Desa di Silo Terdampak Luapan Air, Camat Silo Bersama Satpol PP dan Perangkat Desa Lakukan Pemantauan Langsung

  • 03 November 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
tiga-desa-di-silo-terdampak-luapan-air-camat-silo-bersama-satpol-pp-dan-perangkat-desa-lakukan-pemantauan-langsung-20261105

Tiga Desa di Silo Terdampak Luapan Air, Camat Silo Bersama Satpol PP dan Perangkat Desa Lakukan Pemantauan Langsung

JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo dan sekitarnya pada Senin, 02 November 2026, mengakibatkan luapan air di tiga desa. Tiga desa yang terdampak yakni Desa Garahan, Desa Sumberjati, dan Desa Sempolan.

Merespon cepat kondisi tersebut, Camat Silo Ervan Setiawan, S.STP., M.M., bersama personel Satpol PP Kabupaten Jember dan perangkat desa setempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan asesmen dampak di lapangan.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik yang tergenang dan terdampak luapan air, terutama di kawasan permukiman warga yang dekat dengan aliran sungai dan area rendah. Tim memastikan kondisi warga dalam keadaan aman serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat di lapangan.

Camat Silo Ervan Setiawan mengatakan, pemantauan ini penting untuk mengetahui secara langsung dampak yang ditimbulkan akibat curah hujan tinggi yang terjadi merata di seluruh wilayah.

"Pemantauan dilakukan untuk asesmen dampak luapan air akibat hujan dengan intensitas tinggi," ujar Ervan Setiawan di lokasi banjir.

Ia menjelaskan, hujan merata yang terjadi tidak hanya di wilayah hilir, tetapi juga di wilayah hulu, sehingga potensi kiriman air dari daerah yang lebih tinggi cukup besar dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.

"Menghimbau masyarakat melalui pemerintah desa untuk waspada terhadap kiriman air dari tempat yang lebih tinggi dikarenakan hujan merata di seluruh lokasi," tegasnya.

Camat Silo juga meminta kepada seluruh pemerintah desa, khususnya di tiga desa terdampak, untuk terus siaga dan mengaktifkan sistem informasi kepada warga. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

Selain melakukan pemantauan langsung, Pemerintah Kecamatan Silo juga bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan lebih lanjut.

"Melaporkan dampak luapan air kepada instansi terkait yaitu BPBD, Dinas PU dan Dinsos untuk penanganan, melaksanakan penanganan pada lokasi yang membutuhkan," jelas Ervan.

Menurutnya, laporan kepada BPBD Kabupaten Jember, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Dinas Sosial telah disampaikan untuk langkah penanganan darurat, normalisasi aliran, serta antisipasi bantuan jika dibutuhkan warga terdampak.

Hingga Senin sore, tim gabungan dari Kecamatan Silo, Satpol PP, dan perangkat desa masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kondisi luapan air tidak meluas dan warga tetap aman. Pemerintah Kecamatan Silo juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan segera melapor kepada perangkat desa atau kecamatan jika terjadi peningkatan debit air.

Dengan sinergi antara kecamatan, Satpol PP, perangkat desa, dan instansi terkait, diharapkan penanganan dampak luapan air di Desa Garahan, Sumberjati, dan Sempolan dapat berjalan cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. (val)

Galeri Foto