logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Tiga Desa Terdampak, DPUPR Jember Lakukan Pembenahan Dam Pacar dengan Alat Berat

  • 25 April 2026
  • Dibaca 193 Kali
Bagikan Via:
tiga-desa-terdampak-dpupr-jember-lakukan-pembenahan-dam-pacar-dengan-alat-berat-20260426

Tiga Desa Terdampak, DPUPR Jember Lakukan Pembenahan Dam Pacar dengan Alat Berat

JEMBER, 25 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pembenahan Dam/Bendung Pacar yang berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, dengan menurunkan alat berat berupa excavator. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kerusakan bendung pascabanjir yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi bagi tiga desa, yakni Desa Serut, Desa Kemiri, dan Desa Suci.

Dam Pacar merupakan infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan irigasi lahan pertanian warga di ketiga desa tersebut. Namun, pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi bendung mengalami kerusakan cukup parah hingga tidak mampu lagi mengalirkan air ke sawah-sawah petani selama kurang lebih dua hingga tiga bulan.

Ketua Tim Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Rambipuji, Mohamad Yasin, S.AP, yang juga membawahi wilayah Kecamatan Panti, menyampaikan bahwa pembenahan ini merupakan langkah prioritas untuk memulihkan kembali fungsi irigasi.

“Pascabanjir, Dam Pacar tidak bisa mengaliri sawah-sawah pertanian warga di tiga desa terdampak. Oleh karena itu, hari ini kami memobilisasi alat berat berupa excavator agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan aliran air segera kembali normal,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.

Penggunaan excavator dinilai sangat efektif untuk mempercepat proses pembenahan, mengingat volume material yang harus ditangani cukup besar dan berat. Dengan alat berat, pekerjaan normalisasi saluran serta perbaikan struktur bendung dapat dilakukan secara lebih efisien dibandingkan dengan metode manual.

Dalam pelaksanaannya, proses mobilisasi alat berat menuju lokasi bendung menghadapi kendala akses. Dam Pacar hanya dapat dijangkau melalui kawasan Pondok Pesantren Al Hasan 1. Untuk menjaga fasilitas yang ada, khususnya paving di lingkungan pondok pesantren, tim pelaksana menggunakan ban mobil yang ditata sebagai pijakan excavator. Upaya ini dilakukan guna memastikan proses mobilisasi tidak merusak infrastruktur yang dilalui.

Mohamad Yasin juga menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya para ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dari Desa Serut, Kemiri, dan Desa Suci. Para HIPPA turut mengerahkan petani dari masing-masing desa untuk mendukung proses pembenahan di lapangan.

Ketua HIPPA Desa Kemiri, Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi kepada DPUPR Kabupaten Jember, khususnya jajaran Korsda Rambipuji, atas langkah cepat yang telah dilakukan. “Kami sangat berterima kasih kepada DPUPR Kabupaten Jember yang telah berupaya memperbaiki Dam Pacar. Dengan adanya pembenahan ini, kami berharap air segera kembali mengalir ke sawah-sawah petani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua HIPPA Desa Serut, Samsul Arifin. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan bendung akibat banjir telah berdampak besar terhadap aktivitas pertanian masyarakat. “Selama dua hingga tiga bulan terakhir, sawah-sawah petani tidak bisa teraliri air karena Dam Pacar ambrol. Kami mengucapkan terima kasih kepada DPUPR, khususnya Korsda Rambipuji, yang telah mengupayakan perbaikan ini sehingga para petani bisa kembali tersenyum,” ungkapnya.

Melalui pembenahan Dam Pacar dengan dukungan alat berat ini, diharapkan fungsi irigasi dapat segera pulih dan mampu kembali melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian di tiga desa terdampak. Pemerintah Kabupaten Jember melalui DPUPR terus berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan upaya ini dapat menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Jember Baru, Jember Maju,” pungkas Mohamad Yasin. (and)

Galeri Foto