Tiga Nelayan Masih Hilang di Paseban, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Perairan Lumajang
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 122 Kali
Bagikan Via:
Tiga Nelayan Masih Hilang di Paseban, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Perairan Lumajang
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 - Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian tiga nelayan yang hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Memasuki hari keempat, Sabtu, 22 Agustus 2026, pencarian belum membuahkan hasil.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, mengatakan tiga nelayan yang masih dalam pencarian yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45). Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.
“Operasi SAR hari keempat dihentikan sementara pukul 17.00 WIB karena hasil pencarian masih nihil. Pencarian akan dilanjutkan Minggu,” kata Rezha dalam laporan operasi SAR.
Selain tiga korban yang masih hilang, satu nelayan bernama Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara nakhoda perahu, Samino (65), juga warga Desa Puger Wetan, berhasil selamat.
Kecelakaan laut itu bermula ketika perahu jenis jaringan bernama Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa,18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB menuju perairan Meleman untuk menangkap ikan. Perahu dinakhodai Samino dengan membawa empat orang anak buah kapal (ABK).
Setelah melakukan aktivitas penangkapan ikan, perahu tersebut berlayar kembali. Sekitar pukul 02.00 WIB, perahu menepi di sekitar perairan Paseban setelah awak melihat cahaya yang diduga berasal dari perahu nelayan lain.
Namun, tiba-tiba perahu dihantam gelombang dari sisi kanan. Benturan ombak menyebabkan lambung kanan perahu bocor hingga akhirnya perahu terbalik. Dari lima orang di atas perahu, satu ditemukan meninggal dunia, satu selamat, sedangkan tiga lainnya belum ditemukan.
Pada Sabtu, tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian visual di permukaan laut menggunakan jukung nelayan hingga kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang. Sementara SRU 2 menyisir garis Pantai Paseban hingga Maleman sejauh sekitar tiga kilometer.
Pencarian menghadapi kendala serius berupa gelombang laut tinggi yang mencapai sekitar empat meter. Kondisi tersebut membuat pencarian di laut harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 23 Agustus 2026. BPBD Jember bersama Basarnas dan unsur terkait juga menyiapkan personel serta dukungan logistik bagi keluarga korban.
Pencarian melibatkan BPBD Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, TNI AL Pos Jember, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, Kokam Kencong, serta masyarakat setempat. (tgh)