logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Tingkatkan Akurasi Distribusi Air, DPUPR Jember Gelar Monev Jaringan Irigasi di Kertosari

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
tingkatkan-akurasi-distribusi-air-dpupr-jember-gelar-monev-jaringan-irigasi-di-kertosari-20260724

Tingkatkan Akurasi Distribusi Air, DPUPR Jember Gelar Monev Jaringan Irigasi di Kertosari

JEMBER, 23 JULI 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) jaringan irigasi di wilayah Koordinator Daerah (Korsda) SDA Sumbersari, Kamis 23 Juli 2026.

Kegiatan ini dipusatkan di Daerah Irigasi (DI) Kertosari, tepatnya pada Bangunan BKS4, guna memastikan sistem pembagian air irigasi berjalan sesuai ketentuan dan melayani masyarakat secara optimal.

Monev tersebut melibatkan jajaran Bidang SDA Bina Operasi DPUPR Jember yang dipimpin oleh Pengelola Sumber Daya Air Ahli Pertama sekaligus Ketua Tim Monev, Rovita Yuniarti Arimbi, S.T., bersama Korsda SDA Wilayah Sumbersari, Agus Sutaryono.

Agus Sutaryono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Pengelolaan Jaringan Irigasi, khususnya mengenai tata cara pengoperasian pintu air berdasarkan kajian manajemen irigasi.

"Melalui kegiatan ini, kami memastikan pengoperasian pintu air dilakukan berdasarkan hasil pengukuran debit yang akurat. Pengukuran menggunakan metode pelampung maupun current meter agar distribusi air menuju petak-petak tersier sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Agus.

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para juru pengairan dan petugas SDA di lapangan. Dengan demikian, mereka lebih memahami prosedur pengukuran debit serta mampu memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan jaringan irigasi.

"Harapan kami, melalui evaluasi bersama tim teknis ini, para juru pengairan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola jaringan irigasi. Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," tutur Agus.

Sementara itu, Ketua Tim Monev, Rovita Yuniarti Arimbi, S.T., menyampaikan bahwa fokus kegiatan ini adalah memvalidasi bangunan ukur yang menjadi acuan pencatatan debit air di lapangan. Menurutnya, beberapa bangunan ukur perlu dikaji kembali karena kondisi fisiknya berpotensi tidak lagi sesuai dengan kriteria hidrolika. Oleh karena itu, kalibrasi ulang melalui pengukuran debit sangat penting untuk menjaga presisi data.

"Kami ingin memastikan apakah bangunan ukur masih berada dalam rentang toleransi yang dipersyaratkan. Jika kondisinya sudah tidak memenuhi kriteria, data debit yang dicatat petugas tidak lagi mencerminkan kondisi riil. Validasi ini menjadi langkah krusial dalam menjaga akurasi data pengelolaan irigasi," terang Rovita.

Dalam pelaksanaannya, tim mengombinasikan dua metode pengukuran debit, yakni metode pelampung dan metode current meter.

Metode pelampung dilakukan secara manual menggunakan benda terapung, seperti botol plastik, yang dilepaskan pada lintasan tertentu. Waktu tempuh dan jarak lintasan dicatat untuk menghitung kecepatan aliran dan besar debit air.

Adapun metode current meter memanfaatkan alat ukur khusus yang mampu membaca kecepatan aliran secara langsung. Pengukuran disesuaikan dengan kedalaman saluran merujuk pada ketetapan SNI 8066:2015, sehingga hasilnya lebih cepat dan akurat. Metode standar instansi teknis ini membutuhkan peralatan khusus yang tidak dimiliki secara umum. (and)

Galeri Foto