TP PKK Karangrejo Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi dan Budidaya Lele yang Ramah Lingkungan
- 21 Juli 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
TP PKK Karangrejo Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi dan Budidaya Lele yang Ramah Lingkungan
JEMBER, 21 Juli 2026 – Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Karangrejo menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan sosialisasi pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat di Pendapa Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Selasa 21 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 35 anggota TP PKK Kelurahan Karangrejo sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kelurahan Karangrejo Novia Dewi Luqman, Bidan Wilayah Kelurahan Karangrejo Hendry Wulandari, narasumber dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumbersari, Eni Budi Handayani, serta sekitar 35:kader PKK Kelurahan Karangrejo.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kelurahan Karangrejo Novia Dewi Luqman menekankan pentingnya membangun budaya memilah dan memilih sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomi, baik melalui bank sampah maupun berbagai produk daur ulang. Selain itu, minyak goreng bekas atau jelantah juga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai, sehingga tidak mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari keluarga. Dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah secara ekonomi," ujarnya.
Pada sesi penyuluhan, Eni Budi Handayani menyampaikan materi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang dapat dipadukan dengan kegiatan budidaya pangan keluarga. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah budidaya ikan lele menggunakan galon bekas sebagai media pemeliharaan. Metode ini dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman karena hemat lahan, murah, mudah dibuat, serta memanfaatkan barang bekas yang masih layak pakai.
Selain mengurangi limbah plastik, budidaya lele dalam galon juga memiliki potensi meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan. Materi penyuluhan menjelaskan bahwa metode tersebut memiliki modal relatif rendah, mudah diterapkan oleh pemula, serta mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan barang bekas.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan budidaya, mulai dari persiapan wadah, kualitas air, pemilihan benih, manajemen pemberian pakan hingga peluang pengembangan usaha skala rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kelurahan Karangrejo berharap para kader mampu menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sekaligus mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga. Dengan sinergi antara edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan budaya hidup bersih, produktif, dan berkelanjutan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Karangrejo. (aji)