logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Usai Supervisi Tujuh Dapur MBG, Camat Rambipuji Kumpulkan Lintas Sektor untuk Antisipasi Potensi Masalah sejak Dini

  • 02 Juni 2026
  • Dibaca 349 Kali
Bagikan Via:
usai-supervisi-tujuh-dapur-mbg-camat-rambipuji-kumpulkan-lintas-sektor-untuk-antisipasi-potensi-masalah-sejak-dini-20260603

Usai Supervisi Tujuh Dapur MBG, Camat Rambipuji Kumpulkan Lintas Sektor untuk Antisipasi Potensi Masalah sejak Dini

JEMBER, 02 JUNI 2026 – Komitmen Pemerintah Kecamatan Rambipuji dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditunjukkan melalui langkah-langkah konkret. Setelah melakukan supervisi langsung ke tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di wilayah Kecamatan Rambipuji pada Jumat 29 Mei 2026, jajaran Forkopimcam bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi terkait kembali menggelar rapat koordinasi untuk menyempurnakan hasil temuan di lapangan.

Rapat Koordinasi Penyempurnaan Hasil Supervisi dan Pemetaan Potensi Masalah pada SPPG di wilayah Kecamatan Rambipuji tersebut dilaksanakan pada Selasa, 02 Juni 2026, di Pendopo Kecamatan Rambipuji. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, didampingi Kusnadi yang mewakili Danramil Rambipuji dan Gayus Firman M yang mewakili Kapolsek Rambipuji.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perdana Elizolines Ansori selaku Koordinator Kepala SPPG Kecamatan Rambipuji, dr. Dina selaku Kepala Puskesmas Rambipuji, Jailani dari Dinas Koperasi dan Perdagangan, Darmawan Eka dari Dinas Kesehatan, Irani Sabela dari DPMPTSP, Saiful Ansori dari Diskominfo, serta Sigit Priyono dari Media Portal. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Dalam sambutannya, Roni Herman Baza menegaskan bahwa kegiatan supervisi yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya bukan sekadar agenda seremonial. Supervisi dilakukan sebagai langkah nyata untuk memastikan seluruh dapur MBG di Kecamatan Rambipuji mampu menjalankan tugasnya secara optimal, mulai dari aspek administrasi, sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, keamanan pangan, hingga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional dapur.

Menurutnya, hasil supervisi yang telah diperoleh dari lapangan perlu dibahas secara bersama-sama agar setiap temuan dapat dianalisis secara komprehensif dan menghasilkan rekomendasi yang tepat. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyempurnakan berita acara hasil supervisi sebelum disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan tindak lanjut.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh SPPG di Kecamatan Rambipuji berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Setiap temuan yang ada harus kita bahas bersama agar dapat segera dicarikan solusi dan langkah perbaikannya. Dengan demikian, potensi masalah dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi kendala yang lebih besar,” ujar Roni Herman Baza.

Rapat berlangsung dalam suasana serius namun konstruktif. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatan dan masukan sesuai bidang tugas masing-masing. Berbagai aspek menjadi bahan pembahasan, mulai dari kondisi bangunan dapur, kelengkapan fasilitas pendukung, sistem penyimpanan bahan makanan, prosedur pengolahan makanan, sanitasi lingkungan, hingga aspek perizinan dan administrasi operasional.

Perdana Elizolines Ansori selaku Koordinator Kepala SPPG Kecamatan Rambipuji menjelaskan bahwa keberadaan SPPG memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, pengelolaan dapur harus dilakukan secara profesional dengan memperhatikan seluruh standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kecamatan Rambipuji yang aktif melakukan pendampingan dan supervisi terhadap seluruh dapur MBG. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor dalam proses evaluasi akan membantu pengelola dapur untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan.

“Dengan adanya supervisi dan rapat evaluasi seperti ini, pengelola SPPG memperoleh banyak masukan yang sangat bermanfaat. Ini menjadi bentuk pendampingan yang positif agar seluruh dapur dapat beroperasi dengan lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dari sektor kesehatan, dr. Dina selaku Kepala Puskesmas Rambipuji menekankan pentingnya menjaga standar higiene dan sanitasi dalam setiap proses pengolahan makanan. Menurutnya, keamanan pangan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan para penerima manfaat program.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas bahan baku, kebersihan peralatan, kesehatan petugas dapur, hingga proses distribusi makanan harus dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Darmawan Eka dari Dinas Kesehatan yang menegaskan bahwa aspek kesehatan lingkungan tidak boleh diabaikan. Lingkungan dapur yang bersih dan tertata dengan baik akan mendukung kualitas layanan sekaligus meminimalkan risiko terjadinya gangguan kesehatan.

Di sisi lain, Jailani dari Dinas Koperasi dan Perdagangan menyoroti pentingnya tata kelola pengadaan bahan pangan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, sistem pengadaan yang baik akan membantu menjaga kualitas bahan makanan sekaligus memastikan keberlangsungan operasional dapur dalam jangka panjang.

Sementara itu, Irani Sabela dari DPMPTSP memberikan sejumlah masukan terkait aspek legalitas dan perizinan yang perlu dipenuhi oleh masing-masing SPPG. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola yang profesional dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, para peserta juga melakukan pembahasan mendalam terhadap berita acara hasil supervisi yang telah disusun sebelumnya. Setiap poin temuan diverifikasi kembali untuk memastikan data yang tercantum benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan agar dokumen hasil supervisi memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Gayus Firman M yang mewakili Kapolsek Rambipuji menyampaikan bahwa pengawasan terhadap program-program pelayanan publik membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola dapur semata, tetapi juga memerlukan dukungan dari seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

Sedangkan Kusnadi yang mewakili Danramil Rambipuji menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap koordinasi yang baik antarinstansi dapat terus dipertahankan sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera diatasi secara bersama-sama.

Selain membahas hasil supervisi, rapat juga menjadi forum untuk memetakan berbagai potensi tantangan yang mungkin dihadapi SPPG ke depan. Dengan melakukan identifikasi sejak dini, pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipatif sehingga operasional dapur tetap berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang akan ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak sesuai kewenangannya. Rekomendasi tersebut mencakup aspek teknis, administratif, kesehatan, keamanan pangan, hingga penguatan koordinasi antarinstansi. (sai)

Galeri Foto