Verifikasi Tepat Bantu Pastikan Dukungan Perkebunan Kelapa Sesuai Kebutuhan Pekebun
- 22 Oktober 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Verifikasi Tepat Bantu Pastikan Dukungan Perkebunan Kelapa Sesuai Kebutuhan Pekebun
JEMBER, 22 OKTOBER 2026 — Verifikasi yang akurat menjadi langkah penting untuk memastikan dukungan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sesuai kebutuhan pekebun. Ketepatan pemeriksaan membantu memastikan usulan memenuhi persyaratan dan didukung kondisi nyata di lapangan, sehingga program dapat terlaksana secara optimal.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Bimbingan Teknis Verifikator Kegiatan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa–Rabu, 20–21 Oktober 2026. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember mengikuti kegiatan tersebut melalui perwakilan Bidang Perkebunan, Bambang Kasiadi, S.P.
Kepala Divisi Umum dan SDM BPDP, Adi Sucipto, menekankan bahwa integritas merupakan prinsip utama dalam pelaksanaan verifikasi. Pemeriksaan harus dilakukan sesuai prosedur dan tidak dipengaruhi kedekatan pribadi maupun kepentingan tertentu.
“Integritas merupakan hal utama yang harus dijaga oleh setiap verifikator dalam menjalankan tugasnya,” tegas Adi.
Selain menjaga integritas, verifikator perlu memahami alur pengajuan, kelengkapan dokumen, serta standar operasional prosedur (SOP). Pemanfaatan sistem digital juga mendukung transparansi karena proses pengajuan dan verifikasi dapat ditelusuri berdasarkan catatan waktu dan tahapan pemeriksaan.
Pengecekan langsung ke lapangan, penyusunan jadwal kerja yang terukur, serta komunikasi dengan pekebun juga diperlukan agar proses verifikasi berjalan tertib. Verifikator diharapkan menghormati kearifan lokal sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung dengan baik.
Perwakilan Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Jember, Bambang Kasiadi, S.P., berharap kegiatan ini dapat memperkuat pelaksanaan verifikasi di daerah.
“Verifikasi di tingkat kabupaten diharapkan lebih terstruktur dan tepat waktu agar penyaluran bantuan sarana dan prasarana perkebunan berjalan optimal,” ujar Bambang. (fan)