logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Kesejahteraan Rakyat

Warga Curah Lele Pertanyakan Desil, Bunga Desaku Mini Jadi Ruang Klarifikasi Data

  • 11 September 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
warga-curah-lele-pertanyakan-desil-bunga-desaku-mini-jadi-ruang-klarifikasi-data-20260911

Warga Curah Lele Pertanyakan Desil, Bunga Desaku Mini Jadi Ruang Klarifikasi Data

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Ketika kondisi kehidupan sehari-hari dirasakan belum sejalan dengan data kesejahteraan yang tercatat, pertanyaan pun muncul. Hal tersebut disampaikan sejumlah warga dalam kegiatan Bunga Desaku Mini di Desa Curah Lele, Kecamatan Balung, Jumat, 11 September 2026 pukul 08.00 WIB.

Bertempat di Balai Desa Curah Lele, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan mengenai berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Salah satu yang menjadi perhatian warga adalah mengenai kenaikan desil. Warga mempertanyakan mengapa mereka tercatat dalam desil yang dinilai cukup tinggi, padahal kondisi ekonomi keluarga dirasakan belum sebaik gambaran yang muncul dalam data.

Menanggapi hal tersebut, Hermin, S.Pd.I., M.Pd., selaku perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa penentuan desil tidak berdiri pada satu faktor saja. Ada berbagai data dan aktivitas yang dapat terbaca dalam sistem pendataan dan kemudian menjadi bagian dari pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Salah satunya adalah riwayat aktivitas belanja secara daring. Menurut Hermin, aktivitas tersebut dapat terbaca dalam sistem dan menjadi salah satu informasi yang perlu dilihat bersama dengan kondisi masyarakat secara menyeluruh.

“Desil itu dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya aktivitas yang tercatat dalam sistem, termasuk riwayat belanja secara daring. Karena itu, ketika masyarakat merasa datanya belum menggambarkan kondisi sebenarnya, hal tersebut perlu diklarifikasi dengan keadaan di lapangan,” jelas Hermin.

Ia menambahkan, persoalan ketepatan data juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, ribuan aparatur sipil negara (ASN) diterjunkan ke lapangan untuk membantu melakukan pengecekan dan memastikan data yang digunakan semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meminimalkan kesalahan data. Dengan turun langsung ke lapangan, kondisi masyarakat dapat dilihat secara lebih nyata sehingga pemetaan dan penyaluran program pemerintah diharapkan semakin tepat sasaran.

Bunga Desaku Mini pun tidak sekadar menjadi tempat menyampaikan program. Forum ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memahami kebijakan, mempertanyakan hal yang belum jelas, sekaligus menyampaikan kondisi yang mereka alami. Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih jernih dan pemerintah memiliki ruang untuk terus memperbaiki pelayanan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. (bhi)

Galeri Foto