Warga Jemberlor Serbu Operasi Pasar LPG Bersubsidi di Kantor Kecamatan
- 28 April 2026
- Dibaca 180 Kali
Bagikan Via:
Warga Jemberlor Serbu Operasi Pasar LPG Bersubsidi di Kantor Kecamatan
JEMBER, 28 APRIL 2026 - Sebanyak 37 warga Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember menghadiri operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi yang digelar di Kantor Kecamatan Patrang, Selasa 28 April 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah Kabupaten Jember untuk menekan kelangkaan sekaligus menjaga stabilitas harga gas bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.
Sejak pagi, warga tampak mulai berdatangan dan mengantre secara tertib di halaman kantor kecamatan. Mereka membawa persyaratan administrasi berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP sebagai bukti bahwa pembelian dilakukan oleh masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Dalam pelaksanaannya, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung LPG 3 kilogram dengan harga Rp 18.000 sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini diterapkan guna mencegah penimbunan serta menghindari pembelian dalam jumlah besar oleh pihak yang tidak berhak.
Sekretaris Kelurahan Jemberlor, Wahid, bersama Kepala Seksi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Sunartini turut hadir mengawal jalannya kegiatan. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memastikan kelancaran distribusi, tetapi juga memberikan pendampingan kepada warganya agar proses administrasi berjalan dengan baik.
Wahid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Perdagangan Kabupaten Jember terkait pelaksanaan operasi pasar LPG bersubsidi di sejumlah wilayah.
“Operasi pasar ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga terjangkau sesuai ketentuan pemerintah, sekaligus menjawab keluhan warga terkait kelangkaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Wahid saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, dalam beberapa pekan terakhir, distribusi LPG 3 kilogram di tingkat pengecer dinilai belum merata. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh gas, bahkan harus membeli dengan harga di atas ketentuan.
“Melalui operasi pasar ini, pemerintah ingin memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap terkendali. Ini juga menjadi upaya agar distribusi tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya.
Menurut Wahid, pelaksanaan operasi pasar tersebut mengacu pada surat Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember Nomor 510/207.2/35.09.331/2025.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan energi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa, dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan laporan dari masyarakat.
Sementara itu, Ngadiyanto, warga Jalan Delima Merah Nomor 1, Lingkungan Krajan, Kelurahan Jemberlor, mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Ia menyebut, sebelumnya dirinya kerap kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di warung atau pangkalan terdekat.
“Kalau beli di luar kadang sulit dan harganya bisa lebih mahal, bisa sampai di atas Rp 20.000. Dengan adanya operasi pasar ini, kami bisa mendapatkan gas dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh LPG bersubsidi, terutama saat permintaan meningkat. (yud)