logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Warga Keluhkan Kekurangan Air, BPBD Jember Temukan Debit Pipanisasi Menurun di Kemiri Panti

  • 04 September 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
warga-keluhkan-kekurangan-air-bpbd-jember-temukan-debit-pipanisasi-menurun-di-kemiri-panti-20260905

Warga Keluhkan Kekurangan Air, BPBD Jember Temukan Debit Pipanisasi Menurun di Kemiri Panti

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Keluhan kekurangan air bersih yang disampaikan warga Dusun Delima, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui asesmen di lapangan, Jumat, 04 September 2026.

Laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui kanal Wadul Gus e. Warga mengadukan kondisi kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, dan aktivitas rumah tangga lainnya di wilayah Dusun Delima RT 09/RW 04.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Tim tiba di Kantor Desa Kemiri sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan koordinasi bersama Polsek Panti, perangkat desa, serta Ketua Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM).

Petugas kemudian menemui pelapor dan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sumber air di lokasi. Pemeriksaan meliputi sumur milik warga, jaringan pipanisasi, hingga keran air yang digunakan masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan, kondisi ketersediaan air di Dusun Delima RT 09/RW 04 secara umum masih relatif aman. Petugas masih menemukan ketersediaan air di kamar mandi warga dan kondisi sumur masyarakat yang masih mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Hasil asesmen juga menemukan bahwa keluhan kekurangan air yang dirasakan sebagian warga bukan disebabkan oleh kondisi bencana kekeringan, melainkan adanya penurunan volume atau debit air dari saluran pipanisasi.

Penurunan debit tersebut kemudian diantisipasi oleh Ketua HIPAM dengan menerapkan sistem buka-tutup aliran air secara bergilir. Pengaturan dilakukan dengan pembagian waktu sekitar dua jam agar warga di wilayah RW 04 tetap memperoleh kesempatan mendapatkan pasokan air.

TRC BPBD bersama Polsek Panti dan perangkat desa juga melakukan pengecekan langsung ke alamat pelapor. Dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat sekitar enam KK yang sebelumnya merasa mengalami kekurangan air. Namun setelah dilakukan pengecekan, ketersediaan air di lokasi tersebut masih dinilai mencukupi.

TRC BPBD Jember, M. Agus Shofardudin, S.Pd., mengatakan asesmen diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus membedakan antara persoalan kekurangan air akibat gangguan atau penurunan debit dengan kondisi yang masuk dalam kategori bencana kekeringan.

“Setelah kami lakukan pengecekan bersama unsur terkait, ketersediaan air di wilayah tersebut masih relatif tercukupi. Persoalannya lebih kepada penurunan debit dari saluran pipanisasi sehingga pengelola melakukan sistem buka-tutup secara bergilir,” ujar Agus.

Menurutnya, penyampaian laporan masyarakat tetap penting karena menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan verifikasi kondisi secara langsung.

“Setiap laporan masyarakat tetap kami tindak lanjuti dengan pengecekan di lapangan. Dengan asesmen ini, kita bisa melihat kondisi sebenarnya dan menentukan langkah yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi warga,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi dan kriteria bencana kekeringan. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami kondisi kekeringan sekaligus dapat melakukan langkah antisipasi terhadap keterbatasan air selama musim kemarau.

BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih, terutama selama musim kemarau. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sumber air yang masih ada.

“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan sesuai kebutuhan, terutama di musim kemarau seperti sekarang,” tambah Agus.

Kegiatan asesmen selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar tanpa kendala.

Hasil asesmen selanjutnya menjadi bahan pemantauan BPBD Jember bersama pemerintah desa dan pengelola HIPAM. Apabila kondisi debit air kembali mengalami penurunan signifikan atau terjadi perubahan kondisi sumber air, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. (bob)

Galeri Foto