WASPADA DEMAM BERDARAH
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Untuk demam berdarah ringan, maka ia akan menyebabkan demam tinggi dan gejala seperti flu. Sementara untuk demam berdarah yang parah, ia bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian.
Pada hari Selasa, 17 Januari 2022, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Koeshar Yudyarto didampingi oleh Kepala BIdang Penanggulangan Penyakit, dr. Rita beserta staf Kesehatan Masyarakat melakukan kegiatan kunjungan ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, karena adanya 6 kasus Demam Berdarah.
Saat kunjungan dilakukan Foging agar tidak terjadi penyebaran kasus karena di lokasi pondok terdapat + 2000 santri, selain itu dilakukan edukasi kepada semua penghuni pondok dalam upaya mencegah penyebaran kasus Demam Berdarah.
Tanda tanda demam berdarah ini ditandai dengan demam tinggi hingga 40 derajat Celsius. Selain itu, beberapa gejala lainnya, antara lain:
Sakit kepala.
Nyeri otot, tulang atau sendi.
Mual dan muntah.
Sakit di belakang mata
Kelenjar bengkak.
Ruam.
Selanjutnya, tanda-tanda di atas akan diikuti oleh tanda perdarahan, seperti:
Gusi berdarah
Mimisan
Timbul bintik-bintik merah pada kulit
Muntah darah
Buang air besar berwarna hitam
Untuk mencegah demam berdarah tentunya harus mengurangi atau mencegah gigitan nyamuk dengan :
Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
Menutup rapat tempat penampungan air
Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti
Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras
Menggunakan kelambu saat tidur
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian
Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.
Untuk itu agar semua masyarakat waspada demam berdarah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Bergi kesurabaya naik Kereta
Tidak lupa oleh olehnya
Mari kita semua berusaha
Agar kesehatan selalu terjaga