Water Toren te Djember, Menara Tua Penuh Cerita di Tengah Aktivitas Pasar Tanjung
- 26 Maret 2026
- Dibaca 552 Kali
Bagikan Via:
Water Toren te Djember, Menara Tua Penuh Cerita di Tengah Aktivitas Pasar Tanjung
JEMBER, 26 MARET 2026 - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli di kawasan Pasar Tanjung, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Kota Jember, yakni Menara Air Pasar Tanjung atau dikenal sebagai Water Toren te Djember. Bangunan yang terletak di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates ini menjadi salah satu ikon penting yang menyatu dengan denyut nadi perekonomian masyarakat.
Menara air ini dibangun pada tahun 1929 hingga 1931 oleh perusahaan beton asal Belanda, The Hollands, dan diresmikan pada awal tahun 1932. Pada masa itu, menara ini difungsikan sebagai tangki penyimpanan air yang mendukung kebutuhan masyarakat serta aktivitas perdagangan di kawasan pasar yang menjadi pusat ekonomi Jember.
Keberadaan menara air ini tidak hanya memiliki nilai fungsional di masa lalu, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Terletak strategis di kompleks Pasar Tanjung, dekat dengan terminal lama, bangunan ini menjadi penanda perkembangan infrastruktur kota sejak masa kolonial. Hingga kini, Menara Air Pasar Tanjung tetap berdiri kokoh dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung yang beraktivitas di pasar.
Suasana pasar yang ramai dengan pedagang dan pembeli setiap harinya semakin menguatkan keberadaan menara ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Aroma khas pasar tradisional, suara tawar-menawar, serta aktivitas bongkar muat barang menjadi latar hidup yang mengiringi keberadaan bangunan bersejarah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., menyampaikan bahwa Menara Air Pasar Tanjung merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga keberadaannya.
“Menara air ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol perjalanan sejarah dan perkembangan Jember sebagai kota perdagangan. Keberadaannya di tengah pasar menunjukkan bagaimana dahulu infrastruktur dibangun untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Ia juga menambahkan bahwa pelestarian bangunan bersejarah seperti ini menjadi penting sebagai upaya menjaga identitas daerah. “Kami mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah ini agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” tambahnya.
Dengan perpaduan nilai sejarah dan suasana pasar yang dinamis, Menara Air Pasar Tanjung tidak hanya menjadi saksi bisu masa lalu, tetapi juga tetap hidup di tengah aktivitas masyarakat modern. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa perkembangan kota tidak lepas dari jejak sejarah yang patut dihargai dan dilestarikan. (af)