109 Guru Ngaji di Rambipuji Terima Pencairan Tahap Kedua, Sempat Tertunda karena Administrasi
- 13 April 2026
- Dibaca 441 Kali
Bagikan Via:
109 Guru Ngaji di Rambipuji Terima Pencairan Tahap Kedua, Sempat Tertunda karena Administrasi
JEMBER, 13 APRIL 2026 – Sebanyak 109 guru ngaji di wilayah Kecamatan Rambipuji akhirnya menerima pencairan bantuan tahap kedua pada Senin, 13 April 2026. Pencairan yang difasilitasi oleh Bank Jatim ini merupakan pencairan susulan bagi para penerima yang sebelumnya belum dapat mencairkan bantuan pada tahap pertama akibat kendala administrasi.
Kegiatan pencairan dipusatkan di dia tempat di Pendopo Kecamatan Rambipuji dan Kantor Desa Nogosari dengan menghadirkan para guru ngaji dari sejumlah desa. Suasana tampak tertib dan lancar, para penerima hadir dengan membawa persyaratan yang sebelumnya telah dilengkapi, termasuk kepemilikan rekening Bank Jatim yang menjadi salah satu syarat utama pencairan.
Diketahui, pada pencairan tahap pertama, masih terdapat 109 guru ngaji yang belum bisa menerima bantuan karena beberapa kendala administratif. Di antaranya adalah belum lengkapnya dokumen serta belum memiliki atau membuka rekening di Bank Jatim. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan bersama pemerintah desa dan pihak perbankan agar para guru ngaji tetap bisa menerima haknya melalui pencairan susulan tahap kedua.
Sekretaris Camat Rambipuji, Habib Salim, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pencairan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kepada para guru ngaji yang telah berperan penting dalam pembinaan keagamaan di masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kendala administrasi yang sempat terjadi telah diselesaikan melalui koordinasi yang baik antara pihak desa, kecamatan, dan Bank Jatim.
“Alhamdulillah, hari ini pencairan tahap kedua bisa terlaksana dengan lancar. Ini adalah pencairan susulan bagi para guru ngaji yang sebelumnya belum bisa menerima karena kendala administrasi. Kami berharap ke depan semua proses bisa lebih tertib sejak awal,” ujar Habib Salim.
Jumlah penerima yang mencairkan bantuan tahap kedua ini tersebar di beberapa desa di Kecamatan Rambipuji. Rinciannya meliputi Desa Gugut sebanyak 2 orang, Desa Rambipuji 2 orang, Desa Pecoro 1 orang, Desa Rowotamtu 7 orang, Desa Kaliwining 9 orang, dan Desa Nogosari sebanyak 88 orang. Dari total tersebut, Desa Nogosari menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak dalam pencairan susulan tahap kedua ini.
Untuk mempermudah proses pencairan serta menghindari penumpukan, kegiatan dibagi menjadi dua lokasi. Lokasi pertama bertempat di Pendopo Kecamatan Rambipuji yang melayani lima desa, yakni Desa Gugut, Rambipuji, Pecoro, Rowotamtu, dan Kaliwining dengan total 21 penerima. Sementara lokasi kedua dipusatkan di Kantor Desa Nogosari yang melayani 88 penerima dari desa tersebut.
Pembagian lokasi ini dinilai efektif dalam mempercepat proses pelayanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penerima. Dengan demikian, antrean panjang dapat diminimalisir dan proses pencairan dapat berjalan lebih tertib dan efisien.
Pihak Bank Jatim yang hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan pendampingan langsung kepada para guru ngaji, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukan transaksi pencairan melalui rekening bank. Edukasi singkat terkait penggunaan rekening dan layanan perbankan juga diberikan agar para penerima dapat lebih memahami dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Ustad syafiudin salah satu penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencairan yang akhirnya dapat diterima. Ia mengaku sebelumnya sempat khawatir karena belum bisa mencairkan pada tahap pertama akibat belum memiliki rekening. Namun setelah dibantu oleh perangkat desa dan pihak kecamatan, proses administrasi dapat diselesaikan.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa cair. Kemarin belum sempat karena belum punya rekening. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh penerima lainnya yang merasa terbantu dengan adanya pencairan susulan ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung aktivitasnya sebagai guru ngaji, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kecamatan Rambipuji berharap ke depan tidak lagi terjadi kendala serupa. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah desa sangat diperlukan dalam memastikan kelengkapan administrasi para calon penerima sejak awal pendataan. Selain itu, sosialisasi terkait persyaratan pencairan juga perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih siap ketika program bantuan dilaksanakan.
Kegiatan pencairan tahap kedua ini menjadi bukti bahwa pemerintah tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, termasuk memastikan bahwa bantuan dapat diterima oleh seluruh penerima yang berhak. Dengan adanya koordinasi yang baik antara semua pihak, diharapkan program-program serupa ke depan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. (sai)