BPBD Jember Bersama Warga Gelar Kerja Bakti Penanganan Longsor di Sukorambi, Jembatan Darurat Dibangun
- 09 Februari 2026
- Dibaca 476 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Bersama Warga Gelar Kerja Bakti Penanganan Longsor di Sukorambi, Jembatan Darurat Dibangun
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama unsur desa, relawan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti penanganan bencana tanah longsor di Dusun Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 13.40 WIB. Kerja bakti ini merupakan tindak lanjut atas kejadian tanah longsor yang menyebabkan ambrolnya jembatan penghubung antarwilayah permukiman warga. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan akses sementara sekaligus mengurangi dampak lanjutan terhadap aktivitas masyarakat.
Lokasi kerja bakti berada di Dusun Durjo RT/RW 03/08, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Jembatan yang terdampak merupakan penghubung antara RT/RW 003/003 dan RT/RW 002/004 yang ambrol akibat longsor dengan panjang sekitar ±30 meter dan tinggi ±6 meter. Kejadian tersebut sebelumnya telah diasesmen oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada Sabtu, 7 Februari 2026. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, direkomendasikan pelaksanaan kerja bakti serta distribusi logistik guna mendukung dapur mandiri bagi warga dan relawan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan relawan dan perangkat desa setempat. Selain itu, BPBD juga mendistribusikan logistik berupa dua paket kebutuhan dapur mandiri untuk mendukung kelancaran kegiatan kerja bakti. Warga bersama relawan dan unsur terkait secara gotong royong membangun jembatan darurat berbahan bambu sebagai akses sementara. Proses pembuatan jembatan darurat tersebut selesai pada pukul 13.30 WIB dan selanjutnya dilakukan pendokumentasian kegiatan.
Kondisi terkini di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Tidak terdapat warga yang terisolir akibat ambrolnya jembatan tersebut, meskipun akses yang tersedia masih sangat terbatas. Jembatan darurat yang dibangun belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan hanya difungsikan secara terbatas untuk mobilitas darurat. Untuk menjaga keselamatan, pihak RT dan RW setempat telah memasang pembatas serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak melintasi area jembatan darurat. Cuaca di lokasi terpantau hujan ringan sehingga kewaspadaan tetap ditingkatkan.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi bencana akibat curah hujan yang masih tinggi. Selain itu, BPBD merekomendasikan kepada dinas terkait dan pemerintah desa untuk segera melakukan penanganan pascakejadian secara menyeluruh. Penanganan lanjutan tersebut diharapkan mencakup perbaikan permanen infrastruktur jembatan guna menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.