logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Pelatihan Strategi Komunikasi Jadi Langkah Lintas Sektor Perkuat Edukasi Imunisasi di Jember

  • 21 Mei 2026
  • Dibaca 85 Kali
Bagikan Via:
pelatihan-strategi-komunikasi-jadi-langkah-lintas-sektor-perkuat-edukasi-imunisasi-di-jember-20260521

Pelatihan Strategi Komunikasi Jadi Langkah Lintas Sektor Perkuat Edukasi Imunisasi di Jember

JEMBER, 21 MEI 2026 – Penguatan komunikasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. Melalui kegiatan Pelatihan Strategi Komunikasi dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Kabupaten Jember, berbagai unsur lintas sektor berkumpul untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pemahaman masyarakat terkait imunisasi.

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, TP PKK, tokoh masyarakat, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pelatihan tersebut difokuskan pada penguatan strategi komunikasi yang lebih efektif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan di tengah berkembangnya informasi yang tidak tepat mengenai imunisasi.

Focal Point Geliat Airlangga Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Prof. Dr. Nyoman Anita Damayanti, drg., MS., menyampaikan bahwa pendekatan komunikasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi sebagai kebutuhan anak.

“Sekarang ini kami akan lebih memperkuat komunikasi dengan masyarakat supaya masyarakat semakin paham pentingnya imunisasi. Harapannya kegiatan seperti ini menjadi sesuatu yang tumbuh di Jember, komunikasi dengan masyarakat semakin intens, semakin paham dan merasa imunisasi itu kebutuhan kami, kebutuhan anak kami, tidak perlu dipaksa-paksa untuk datang,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan seluruh pihak dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat menjadi sangat penting dalam memperkuat edukasi imunisasi.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menegaskan bahwa tantangan terbesar program imunisasi saat ini bukan lagi pada ketersediaan vaksin, melainkan bagaimana menghadapi misinformasi dan keraguan masyarakat.

“Tantangan terbesar kita hari ini bukan lagi soal logistik vaksin. Tantangan kita adalah misinformasi dan keraguan masyarakat. Oleh karena itu, dalam komunikasi kita harus berubah. Kita tidak bisa lagi sekedar membagikan brosur," jelasnya.

Menurutnya, ada tiga poin penting yang harus dikuasai dari pelatihan ini. Pertama, komunikasi perubahan perilaku dengan tujuan edukasi, mengubah pola pikir orang tua, tidak hanya menyampaikan informasi. Kedua, strategi targeting, menggandeng TP PKK, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat islam dan influencer untuk memecah kebuntuan informasi.

"Dan ketiga, strategi positioning, tanamkan persepsi bahwa imunisasi adalah hak perlindungan anak, bukan sebuah beban,” paparnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajak untuk memahami teknik komunikasi berbasis komunitas, pemetaan sasaran komunikasi, hingga penyusunan strategi penyampaian pesan yang lebih mudah diterima masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program imunisasi sekaligus membangun kesadaran bahwa imunisasi merupakan bagian penting dalam perlindungan kesehatan anak.

Melalui sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Kabupaten Jember diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung terhadap program imunisasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang benar dan terpercaya. (ken)

Galeri Foto