Pameran Pendidikan Jember, Tampilkan Kreativitas Siswa dan Sekolah Ramah Anak
- 11 Mei 2026
- Dibaca 142 Kali
Bagikan Via:
Pameran Pendidikan Jember, Tampilkan Kreativitas Siswa dan Sekolah Ramah Anak
JEMBER, 11 MEI 2026 - Semangat menghadirkan pendidikan yang ramah, kreatif, dan berpusat pada anak tampak begitu terasa dalam kegiatan Pameran Pendidikan “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” yang digelar di Gedung Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Senin 11 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai sekolah dalam menampilkan inovasi pendidikan, kreativitas siswa, hingga pertunjukan seni budaya yang memukau para tamu undangan.
Acara yang dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, siswa, serta tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan ini berlangsung meriah sejak pagi hari. Berbagai stan pameran pendidikan dipenuhi hasil karya siswa, inovasi pembelajaran, media edukasi kreatif, hingga program penguatan karakter yang mengedepankan konsep cinta anak dalam proses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi anak-anak.
“Pendidikan berbasis cinta anak adalah bagaimana kita menempatkan anak sebagai pusat dari proses pembelajaran. Anak harus merasa dihargai, didengar, dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Arief Tjahyono.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan yang baik harus mampu membangun karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa sejak dini. Menurutnya, pendekatan pendidikan yang humanis akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendamping tumbuh kembang anak. Inilah semangat transformasi pendidikan yang sedang kita bangun di Kabupaten Jember,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai penampilan seni dari sekolah-sekolah turut memeriahkan suasana. Salah satu pertunjukan yang berhasil menarik perhatian para pengunjung adalah penampilan seni tradisional China yang dipadukan dengan atraksi tabuhan bedug dari siswa-siswi SD Rukun Harapan Jember.
Penampilan penuh semangat tersebut menampilkan perpaduan budaya yang unik dan energik. Para siswa tampil percaya diri mengenakan kostum bernuansa tradisional dengan gerakan yang kompak dan atraktif. Dentuman bedug yang berpadu dengan nuansa musik tradisional China membuat suasana gedung semakin meriah dan mendapatkan tepuk tangan panjang dari para tamu yang hadir.
Guru pendamping SD Rukun Harapan Jember, Saifus Somad, mengaku bangga atas antusiasme dan kerja keras para siswa dalam mempersiapkan penampilan tersebut.
“Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi anak-anak untuk tampil percaya diri di depan umum. Seni bukan hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter, melatih disiplin, kerja sama, dan keberanian anak,” ungkap Saifus Somad.
Ia menjelaskan bahwa proses latihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan suasana yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati setiap proses pembelajaran seni yang mereka jalani.
“Anak-anak sangat antusias selama latihan. Kami mendampingi mereka dengan pendekatan yang santai namun tetap disiplin. Alhamdulillah hari ini mereka bisa tampil maksimal dan membanggakan sekolah,” tambahnya.
Selain pertunjukan seni, kegiatan pameran pendidikan ini juga menghadirkan berbagai karya inovatif siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Banyak pengunjung terlihat antusias mengunjungi setiap stan untuk melihat hasil kreativitas siswa yang dipamerkan. Mulai dari kerajinan tangan, karya teknologi sederhana, media pembelajaran interaktif, hingga produk daur ulang hasil karya siswa turut menjadi perhatian.
Tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi inspirasi antar sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan ramah anak. Para guru tampak aktif berdiskusi dan saling bertukar pengalaman mengenai penerapan pendidikan berbasis cinta anak di lingkungan sekolah masing-masing.
Arief Tjahyono menambahkan bahwa transformasi pendidikan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas sekolah dan siswa di Kabupaten Jember.
“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berkarya dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Karena setiap anak memiliki kelebihan yang harus didukung dan dihargai,” ujar Arief. (hz)