Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak, BPBD Jember Perkuat Distribusi di Panduman
- 20 Agustus 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak, BPBD Jember Perkuat Distribusi di Panduman
Jember, Kamis 20 Agustus 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan diberikan kepada warga Dusun Sumber Tengah, RT 01/RW 01, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kamis 20 Agustus 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-5 sebagai tindak lanjut hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember terhadap kondisi krisis air bersih yang dialami masyarakat setempat. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber air mengalami penurunan kualitas dan debit selama musim kemarau.
Krisis air bersih di wilayah tersebut dipengaruhi tidak berfungsinya jaringan pipanisasi atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sejak April 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengandalkan sumur warga. Namun, memasuki musim kemarau, sejumlah sumur mulai mengering dan sebagian lainnya mengalami penurunan kualitas air.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sebelumnya harus mengambil air dari sumur bor yang berada di Balai Desa Panduman. Jarak sumber air tersebut mencapai sekitar 2,5 kilometer dari permukiman warga, sehingga menyulitkan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air secara rutin.
Berdasarkan hasil asesmen TRC BPBD Jember pada 3 Agustus 2026, terdapat sekitar 102 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih dari total 180 KK di RT 01/RW 01. Untuk memudahkan distribusi sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap air bersih, BPBD Jember telah menyediakan empat unit tandon dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter.
Empat tandon tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang mudah dijangkau warga. Tandon pertama berada di halaman rumah Anang dan melayani sekitar 37 KK. Tandon kedua ditempatkan di halaman rumah Anggit untuk sekitar 21 KK. Tandon ketiga berada di halaman rumah Yudi untuk sekitar 26 KK, sedangkan tandon keempat ditempatkan di halaman rumah Bukadi dan melayani sekitar 18 KK.
Kegiatan distribusi dimulai sekitar pukul 10.15 WIB ketika tim menuju lokasi terdampak. Setibanya di Kantor Desa Panduman pada pukul 10.30 WIB, tim melakukan koordinasi dengan Penjabat Kepala Desa Panduman sebelum melanjutkan kegiatan distribusi dan pendampingan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember menyediakan empat unit tandon air berkapasitas 1.200 liter. Selanjutnya, Perumdam Tirta Pandalungan Kabupaten Jember mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke tandon-tandon yang telah disediakan BPBD. Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah penanganan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kekeringan.
TRC BPBD Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air warga belum kembali normal.
“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen di lapangan. Saat ini masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih karena pipanisasi belum berfungsi dan sumber air warga mengalami kekeringan,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberadaan empat tandon yang ditempatkan di titik-titik permukiman diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh air tanpa harus menempuh jarak jauh untuk mengambil air.
“Untuk sementara, distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan setiap tiga hari sekali sebanyak 5.000 liter. Sambil menunggu, kami juga mendorong agar perbaikan jaringan pipanisasi dan pompa sumur bor terus dipantau oleh pemerintah desa,” lanjutnya.
Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 5.000 liter air bersih telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Selain itu, empat unit tandon milik BPBD telah tersedia dan digunakan sebagai tempat penampungan air di lokasi yang telah ditentukan.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap tiga hari sekali ke empat tandon tersebut. Di sisi lain, pemantauan terhadap upaya perbaikan jaringan pipanisasi dan pompa sumur bor oleh pemerintah desa perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat kembali memperoleh sumber air secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan yang selesai sekitar pukul 12.30 WIB tersebut berjalan aman dan lancar tanpa kendala. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Panduman, Destana Panduman, kepala dusun, serta masyarakat setempat.
Distribusi air bersih ini menjadi bagian dari upaya BPBD Jember dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama menghadapi dampak musim kemarau. Penanganan jangka pendek melalui distribusi air terus dilakukan, sementara upaya perbaikan infrastruktur air menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih. (bob)