Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga di Suren, Camat Ledokombo Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 26 Maret 2026
- Dibaca 376 Kali
Bagikan Via:
Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga di Suren, Camat Ledokombo Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
JEMBER, 26 MARET 2026 - Peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan pada sebuah rumah warga terjadi di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, pada Senin pagi, 23 Maret 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Rumah milik Yatima yang berada di Dusun Jegung RT 001 RW 001 Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan kronologis kejadian, pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB, angin berhembus cukup kencang di wilayah Desa Suren. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bagian atap rumah milik Ibu Yatima. Atap rumah yang terbuat dari rangka bambu dan genteng tidak mampu menahan beban, sehingga mengalami kerusakan dan ambruk sebagian.
Saat kejadian berlangsung, Yatima diketahui sedang berada di dalam rumah. Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Para tetangga dengan sigap membantu mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko cedera akibat reruntuhan bangunan.
Saksi mata di lokasi kejadian, Izet (40), Kepala Dusun Jegung, serta Sadiman (50) yang merupakan tetangga korban, menyampaikan bahwa angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup kuat. Hal tersebut menyebabkan pohon tumbang dalam waktu singkat dan langsung menimpa rumah korban.
Tidak lama setelah kejadian, Muspika Kecamatan Ledokombo bersama Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember serta Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Suren, segera mendatangi lokasi kejadian. Kehadiran tim gabungan ini bertujuan untuk melakukan asesmen, pendataan, serta memastikan kondisi korban dan lingkungan sekitar tetap aman dan terkendali.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pendataan terhadap kerusakan, melaksanakan asesmen lapangan, serta melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Jember untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, laporan resmi juga telah disampaikan kepada satuan atas sebagai bentuk tindak lanjut dari kejadian tersebut.
Petugas yang hadir dalam penanganan kejadian ini terdiri dari dua personel Polsek Ledokombo, satu personel Koramil Ledokombo, satu personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, serta perangkat Desa Suren. Sinergi antarinstansi ini menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons kejadian bencana di wilayah Kecamatan Ledokombo.
Akibat peristiwa ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1.500.000,- dengan kerusakan ringan pada bagian atap rumah. Sementara itu, untuk korban jiwa dilaporkan nihil, sehingga kondisi ini patut disyukuri oleh semua pihak.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP, M.Si, dalam keterangannya menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa warganya. Ia juga mengapresiasi kesigapan masyarakat dan tim gabungan dalam membantu korban serta menangani situasi di lapangan.
“Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami Ibu Yatima. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik warga maupun tim Muspika, BPBD, dan Tagana yang telah bergerak cepat membantu penanganan di lapangan,” ujar Camat Ledokombo waktu dikonfirmasi dikantor Kecamatan Ledokombo, Kamis 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, Camat Ledokombo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem seperti angin kencang. Jika terdapat pohon yang berpotensi tumbang di sekitar rumah, sebaiknya segera dilakukan pemangkasan atau dilaporkan kepada pihak terkait agar tidak membahayakan,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di musim pancaroba. Pemerintah Kecamatan Ledokombo bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan guna meminimalisir dampak dari kejadian serupa di masa mendatang.(yus)