ASN Jember Didorong Jadikan Pengembangan Kompetensi Berdampak pada Pelayanan Kesehatan Publik
- 26 Agustus 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
ASN Jember Didorong Jadikan Pengembangan Kompetensi Berdampak pada Pelayanan Kesehatan Publik
JEMBER, 26 AGUSTUS 2026 — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember kembali menggelar Webinar Series ASN Ayo Ngopi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB melalui Zoom Meeting yang diikuti ASN Se-kabupaten Jember dengan mengangkat tema “Peran ASN Jember dalam Program Home Care untuk Peningkatan Akses Kesehatan Publik di Era UHC: Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Kurang Mampu.”
Webinar ini menjadi ruang pembelajaran bagi ASN untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong kontribusi aparatur dalam mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya melalui program home care.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M., menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan bagian dari kewajiban ASN yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Pengembangan kompetensi merupakan kewajiban ASN. Dalam satu tahun kita wajib memenuhi minimal 20 jam pembelajaran,” ujar Artiantyo.
Namun, menurutnya, pemenuhan 20 jam pembelajaran (JP) tidak boleh berhenti pada pencapaian administratif berupa sertifikat. Lebih dari itu, proses pembelajaran harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang perlu diingat, pengembangan kompetensi tidak hanya menghasilkan 20 jam pengembangan kompetensi. Yang lebih penting, pengembangan kompetensi itu berdampak pada kinerja individu dan peningkatan kinerja organisasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemenuhan 20 JP harus dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas ASN agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Sekali lagi, 20 JP tidak hanya output sertifikat, tapi 20 JP harus berdampak,” tambahnya Artiantyo.
Melalui ASN Ayo Ngopi, BKPSDM Jember terus mendorong budaya belajar di lingkungan ASN yang tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan jam pembelajaran, tetapi menghasilkan perubahan, inovasi, serta peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik.
Dalam konteks program home care dan Universal Health Coverage (UHC), penguatan kompetensi ASN diharapkan semakin mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, dekat dengan masyarakat, dan berpihak kepada kelompok yang membutuhkan. (dik)