logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Benih Padi Jadi Tahap Awal, Skema Bertahap Siapkan Kawasan Pertanian di Bangsalsari

  • 30 Maret 2026
  • Dibaca 256 Kali
Bagikan Via:
benih-padi-jadi-tahap-awal-skema-bertahap-siapkan-kawasan-pertanian-di-bangsalsari-20260331

Benih Padi Jadi Tahap Awal, Skema Bertahap Siapkan Kawasan Pertanian di Bangsalsari

JEMBER, 30 MARET 2026 - Penyaluran bantuan benih padi di Kecamatan Bangsalsari tidak hanya dimaknai sebagai distribusi sarana produksi, tetapi menjadi bagian dari tahapan awal dalam pengembangan kawasan pertanian yang dirancang secara bertahap.

Program yang bersumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ini merupakan bagian dari Bantuan Benih Padi Kegiatan Penataan Sarana Pertanian. Dalam pelaksanaannya, komoditas padi menjadi fokus awal sebelum pengembangan komoditas lain dijalankan.

Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Bangsalsari, Fajriyah Ulfah, S.Tp., M.P, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang dalam konsep kawasan dengan pembagian komoditas yang sudah ditentukan.

“Programnya itu masuk dalam Bantuan Benih Padi Kegiatan Penataan Sarana Pertanian dari provinsi. Jadi ada kawasan padi dan kawasan kedelai, tapi untuk kedelai masih menunggu musimnya, jadi yang dijalankan sekarang padi dulu,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Untuk komoditas padi, kawasan yang ditetapkan mencapai 1.000 hektare dan tersebar di tiga desa, yakni Bangsalsari, Sukorejo, dan Karangsono. Penetapan lokasi ini dilakukan secara terfokus sebagai bagian dari pendekatan hamparan.

Dari sisi kebutuhan, bantuan benih yang disalurkan juga telah disesuaikan dengan luas lahan. Setiap hektare mendapatkan alokasi 25 kilogram benih, sehingga total bantuan yang digelontorkan mencapai 25 ton.

“Per hektarnya itu mendapat fasilitasi dua puluh lima kilo benih. Jadi kalau totalnya untuk seribu hektare ya ada dua puluh lima ton. Itu dibagi ke delapan belas kelompok tani yang ada di tiga desa,” jelasnya.

Distribusi bantuan dilakukan menggunakan tiga armada angkutan, dengan rincian dua truk berkapasitas delapan ton dan satu truk berkapasitas sembilan ton. Skema ini disusun untuk memastikan seluruh kebutuhan benih dapat terangkut dan tersalurkan sesuai perhitungan yang telah ditetapkan.

Selain aspek distribusi, pelaksanaan di lapangan juga melibatkan koordinasi antara penyuluh pertanian dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember. Koordinasi ini dilakukan untuk menjaga kesesuaian antara rencana program dengan kondisi riil di tingkat petani.

Pendekatan bertahap yang diterapkan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada kesiapan pelaksanaan di lapangan. Setelah tahap padi berjalan, pengembangan kedelai seluas 500 hektare direncanakan akan mengikuti sesuai musim tanam.

Dengan skema tersebut, Bangsalsari diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan kawasan pertanian yang lebih terstruktur, dengan tahapan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. (fan)

Galeri Foto