logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Bikin Suasana Cair, Lurah Patrang Hibur Warga di Tengah Antrean Penyaluran Bantuan Pangan

  • 13 April 2026
  • Dibaca 229 Kali
Bagikan Via:
bikin-suasana-cair-lurah-patrang-hibur-warga-di-tengah-antrean-penyaluran-bantuan-pangan-20260413

Bikin Suasana Cair, Lurah Patrang Hibur Warga di Tengah Antrean Penyaluran Bantuan Pangan

JEMBER, 13 APRIL 2026 – Suasana di Pendopo Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, tampak berbeda. Ratusan warga duduk tertib menunggu giliran menerima Bantuan Pangan (Bapang) dari pemerintah, Senin 13 April 2026.

Cuaca panas dan antrean panjang sempat menghadirkan rasa lelah. Namun, di tengah situasi itu, hadir sosok Lurah Patrang, Hariyono, yang membuat suasana berubah menjadi hangat dan penuh keakraban.

Alih-alih menjaga jarak sebagai pejabat, Hariyono justru larut di tengah warganya. Ia berjalan menyusuri barisan penerima bantuan, menyapa satu per satu dengan senyum ramah.

Sesekali, ia duduk di tengah warga yang lebih tua, bercengkerama ringan tanpa sekat. Suasana terasa akrab, seolah tak ada perbedaan antara pemimpin dan masyarakat.

“Yang sabar ya, Bu. Nanti dipanggil satu per satu. Tunggu gilirannya. Kuponnya sudah dikumpulkan, kan?” ucap Hariyono dengan nada bersahabat.

Tak hanya menenangkan, ia juga melemparkan candaan yang mengundang tawa. Perlahan, suasana yang semula dipenuhi penantian berubah menjadi lebih cair. Warga tampak menikmati momen tersebut, bahkan sejenak melupakan lamanya antrean.

Puncak keakraban terjadi saat waktu istirahat siang tiba. Ketika petugas berhenti sejenak untuk makan, Hariyono justru mengambil peran tak terduga. Ia berdiri di hadapan warga dan mulai bernyanyi dengan suara khasnya.

Lantunan suaranya sederhana, namun cukup untuk mencairkan suasana. Tawa pun pecah di berbagai sudut. Beberapa warga bertepuk tangan, sementara yang lain mengabadikan momen tersebut.

Yang paling mencuri perhatian adalah ketika seorang warga lanjut usia, Bu Santo, warga RT 3 RW 7 Lingkungan Jalan Sutoyo, ikut berjoget di sampingnya. Dengan penuh semangat, ia menari kecil mengikuti irama lagu yang dinyanyikan sang lurah.

Momen itu sontak mengundang gelak tawa. Warga yang sebelumnya lelah menunggu kini larut dalam kegembiraan. Antrean panjang pun tak lagi terasa membebani.

“Senang sekali. Pak Lurahnya dekat dengan rakyat, jadi tidak terasa capek menunggu,” ujar Santi dengan wajah sumringah.

Kehadiran Hariyono di tengah warga bukan sekadar formalitas. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan bisa hadir melalui sentuhan sederhana yakni, menyapa, mendengar, dan menghibur.

Hari itu, bukan hanya bantuan yang dibawa pulang warga, tetapi juga cerita hangat tentang seorang lurah yang memilih berdiri sejajar bukan di atas bersama masyarakatnya. (yud)

Galeri Foto