BPBD Jember Hadiri Penutupan Rangkaian Hari Santri Nasional 2026
- 23 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Hadiri Penutupan Rangkaian Hari Santri Nasional 2026
JEMBER, 23 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menghadiri acara penutupan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN),22 Oktober 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember.Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, silaturahmi, serta sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Kehadiran BPBD Jember dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan perangkat daerah terhadap rangkaian peringatan HSN 2026. Selain menjalankan tugas dalam penanggulangan bencana, BPBD juga menjadi bagian dari unsur pemerintah daerah yang terus membangun keterlibatan dan kedekatan dengan masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional memiliki makna penting dalam memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Menurut Edy Budi Susilo, nilai-nilai yang selama ini tumbuh di lingkungan pesantren, seperti gotong royong, kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat, memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
“Peringatan Hari Santri bukan hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” ujar Edy Budi Susilo.
Ia menambahkan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting, mulai dari upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, hingga penanganan ketika terjadi bencana.
Karena itu, BPBD Jember terus mendorong penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai kebencanaan. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengenali potensi ancaman dan melakukan tindakan pencegahan sejak dini.
“Ketangguhan masyarakat dibangun melalui kesiapsiagaan dan kepedulian bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pesantren dan para santri, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana,” katanya.
Edy Budi Susilo berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam rangkaian Hari Santri Nasional dapat terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, solidaritas dan gotong royong menjadi modal penting bagi Kabupaten Jember dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi.
Penutupan rangkaian HSN 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. BPBD Jember berkomitmen terus menjalankan fungsi pencegahan, kesiapsiagaan, kedaruratan, hingga pemulihan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, pesantren, dan berbagai unsur lainnya, upaya membangun Kabupaten Jember yang lebih tangguh terhadap bencana diharapkan dapat terus diperkuat.(tgh)