BPBD Jember Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kranjingan Hadapi Situasi Darurat Bencana
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kranjingan Hadapi Situasi Darurat Bencana
JEMBER, 24 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jumat 23 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kranjingan mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti sekitar 30 anggota Kelompok Keluarga Tangguh Bencana (Keltana) Kranjingan. Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Kelurahan Kranjingan, Keltana, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan, sosialisasi dan simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat sebelum terjadi bencana.
“Penguatan kapasitas masyarakat sangat penting agar warga tidak hanya mengetahui potensi ancaman bencana, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk melakukan tindakan pertolongan dan evakuasi secara tepat ketika situasi darurat terjadi,” ujar Maryani.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Keltana agar mampu memberikan pertolongan awal kepada korban secara cepat dan tepat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Materi PPGD disampaikan oleh Didi Teguh dan M. Agus Sofarudin. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan ketika menghadapi korban dalam kondisi darurat, terutama saat akses terhadap layanan medis belum dapat dilakukan dengan segera akibat situasi bencana.
Selain PPGD, BPBD juga memberikan materi dan praktik pendirian tenda darurat. Praktik tersebut dipandu Iwan Mujiartono untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara mendirikan tenda secara tepat dan aman.
Tenda darurat diperlukan sebagai tempat perlindungan sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana, terutama ketika rumah atau bangunan tempat tinggal tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan oleh panitia, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Tangguh. Setelah penyampaian materi PPGD, peserta mengikuti praktik pendirian tenda darurat hingga kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Maryani menambahkan, keterlibatan Keltana menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Menurut dia, masyarakat merupakan unsur yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian sehingga memiliki peran penting dalam respons awal ketika bencana terjadi.
“Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga terbentuk lingkungan yang semakin tangguh menghadapi bencana,” kata Maryani.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat antusiasme dari para peserta. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BPBD Jember mendorong kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi dan praktik langsung, bukan hanya mengandalkan penanganan setelah bencana terjadi.(tgh)