logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Program SPAB di SDN Karangrejo 1

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 105 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-tingkatkan-kesiapsiagaan-siswa-lewat-program-spab-di-sdn-karangrejo-1-20260513

BPBD Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Program SPAB di SDN Karangrejo 1

JEMBER, 13 MEI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN Karangrejo 1, Kecamatan Sumbersari, pada Selasa hingga Rabu, 12–13 Mei 2026.

Program ini melibatkan unsur BPBD Jember, Sekretariat Bersama SPAB, Puskesmas Sumbersari, Vertex Universitas Jember, serta pihak sekolah. Kegiatan difokuskan pada edukasi kebencanaan, simulasi penanganan darurat, hingga pelatihan evakuasi mandiri bagi siswa dan guru.

Anggota Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jember, Risky Kusuma Wardani, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak usia dini, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan potensi risiko bencana.

“Melalui kegiatan SPAB ini kami ingin membentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Siswa maupun guru harus memahami langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga penanganan awal saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Kegiatan dimulai pada Selasa, 12 Mei 2026 pagi dengan keberangkatan tim menuju lokasi pada pukul 07.45 WIB. Setibanya di sekolah, petugas memberikan edukasi kebencanaan kepada seluruh murid mengenai potensi bencana dan langkah mitigasi yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi.

Selanjutnya, peserta mengikuti gladi posko simulasi penanganan bencana. Dalam sesi tersebut, siswa dan guru diperkenalkan pada alur koordinasi tanggap darurat, penanganan korban, hingga mekanisme pelaporan kejadian di lingkungan sekolah.

Pada siang harinya, BPBD Jember juga memberikan sosialisasi SPAB kepada para guru untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kegiatan hari pertama berakhir pukul 14.30 WIB dan tim kembali ke Markas Komando BPBD Jember.

Keesokan harinya, Rabu 13 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan darurat bencana gempa bumi. Dalam simulasi itu, siswa diarahkan melakukan evakuasi mandiri menuju titik kumpul aman sesuai prosedur keselamatan.

Menurut Risky, simulasi lapangan menjadi metode efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah karena peserta dapat langsung mempraktikkan tindakan penyelamatan diri.

Ia menjelaskan, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan guru terkait prosedur evakuasi mandiri, penanganan korban gawat darurat, hingga penguatan kapasitas Tim Siaga Bencana Sekolah yang telah dibentuk.

Selain itu, program tersebut juga bertujuan meningkatkan kemampuan sekolah dalam aksi pengurangan risiko bencana agar lingkungan pendidikan menjadi lebih aman dan tangguh terhadap potensi ancaman bencana.

“Harapannya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang siap menghadapi bencana sehingga risiko korban dapat diminimalkan,” katanya. (tgh)

Galeri Foto