logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

BSU Griya Resik Ajarkan Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi POC Air Lindi dan Kompos

  • 26 Mei 2026
  • Dibaca 65 Kali
Bagikan Via:
bsu-griya-resik-ajarkan-warga-olah-sampah-rumah-tangga-jadi-poc-air-lindi-dan-kompos-20260526

BSU Griya Resik Ajarkan Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi POC Air Lindi dan Kompos

JEMBER, 25 MEI 2026 - Bank Sampah Unit (BSU) Griya Resik, Kecamatan Sumbersari memberikan pembelajaran kepada masyarakat terkait pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) air lindi dan kompos.

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ketua BSU Griya Resik, Ely Yuliastutik. Dalam pembelajaran itu, warga diajarkan cara mengolah limbah organik rumah tangga menggunakan komposter sederhana.

Alat komposternya yakni dua buah galon yang disusun atas bawah. Galon yang atas diposisikan terbalik, berfungsi untuk menampung sampah organik agar tertahan tertahan. Sementara galon yang bawah untuk menampung tetesan POC air lindinya.

Ely menjelaskan, sampah organik yang berasal dari dapur seperti kulit buah, sisa potongan sayur, kulit bawang, dan limbah organik lainnya dimasukkan ke dalam komposter untuk difermentasi.

“Semua limbah organik dari dapur dimasukkan ke dalam komposter. Nanti cairan hasil fermentasi akan menetes ke bagian bawah dan menjadi POC air lindi,” ujarnya, sembari memasukkan sampah rumah tangga ke dalam galon bagian atas, Senin 25 Mei 2026.

Ia menerangkan, bagian bawah komposter berfungsi menampung cairan hasil fermentasi. Setelah proses berlangsung, cairan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair untuk tanaman.

Sementara sisa sampah organik di bagian atas tidak dibuang, melainkan dipindahkan ke bak kompos untuk diolah kembali menjadi pupuk kompos padat.

“Galon yang dibawah itu dibutuhkan untuk menampung tetesan POC air lindi. Untuk sisa sampah yang ada di galon atas, kita bak kompos. Nanti kita jadikan kompos,” terangnya.

Dalam praktiknya, warga juga diberikan pemahaman mengenai jenis sampah yang dapat dimasukkan ke dalam komposter. Sampah organik dari limbah dapur diperbolehkan, namun limbah ikan tidak dianjurkan karena dapat mengundang belatung dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Sampah ikan tidak boleh dimasukkan. Karena mengundang belatung,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, BSU Griya Resik berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Selain membantu mengurangi volume sampah, hasil pengolahan juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tanaman dan lingkungan sekitar.

Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih, S.E., menyampaikan agar masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik dari rumah tangga masing-masing dan dapat diserahkan ke BSU Griya Resik. Sehingga, sampah yang telah dipilah kemudian dikelola kembali agar memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

Menurutnya, dengan adanya semacam bank sampah seperti itu, sejumlah barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual, seperti tas dan produk keterampilan lainnya.

“Di Bank Sampah ini, sampah dipilah kembali bersama ibu-ibu pengurus. Ada yang kemudian dimanfaatkan menjadi keterampilan yang bisa dijual untuk membantu ekonomi masyarakat,” ungkapnya.(fat)

Galeri Foto