Camat Kaliwates Tinjau Kesiapan Kebun Kompos Kampung Zero Waste, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
- 01 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Camat Kaliwates Tinjau Kesiapan Kebun Kompos Kampung Zero Waste, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Kaliwates – Upaya mewujudkan pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Kaliwates. Pada Selasa (30/06/2026), Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos., didampingi Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Kebun Kompos Kampung Zero Waste RT 01 RW 06 Lingkungan CONDURA (Condro Utara), Kelurahan Kaliwates guna melakukan evaluasi terhadap kesiapan kebun kompos sebagai pusat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kecamatan Kaliwates dalam mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Kebun Kompos Kampung Zero Waste dipersiapkan sebagai lokasi percontohan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, pengomposan, dan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.
Selama peninjauan, Camat Kaliwates bersama rombongan melihat secara langsung berbagai fasilitas yang telah dikembangkan di lokasi, mulai dari area pengumpulan sampah organik, tempat pengolahan kompos, area pemilahan sampah, hingga berbagai sarana edukasi yang disiapkan untuk mendukung Program Kampung Zero Waste. Selain mengevaluasi kondisi fisik sarana dan prasarana, dilakukan pula diskusi mengenai mekanisme operasional, keterlibatan masyarakat, serta strategi pengembangan program agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Kelurahan Kaliwates.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos. menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat yang terus berinovasi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
"Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari rumah tangga. Kehadiran Kebun Kompos Kampung Zero Waste ini merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi karena mampu menjadi contoh bagaimana sampah organik dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap lokasi ini terus dikembangkan sebagai pusat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat maupun wilayah lain di Kecamatan Kaliwates," ujar Camat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah akan sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, sehingga volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.
Sementara itu, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M. menjelaskan bahwa Kebun Kompos Kampung Zero Waste merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mendukung program pengelolaan sampah mandiri di tingkat kelurahan.
"Kami terus mendorong masyarakat agar menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari. Kebun Kompos ini bukan sekadar tempat mengolah sampah organik, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi warga untuk memahami proses pemilahan, pengomposan, serta pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomi maupun manfaat bagi lingkungan. Evaluasi dari Bapak Camat menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan agar program ini semakin optimal," ungkap Abdul Khamil.
Dalam kegiatan evaluasi tersebut juga dibahas beberapa langkah penguatan program, antara lain peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah dari rumah, pengembangan sarana edukasi, penambahan fasilitas pendukung pengolahan kompos, serta penguatan sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan, pengurus lingkungan, kader masyarakat, dan Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates.
Pemerintah Kecamatan Kaliwates menilai bahwa pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan solusi yang efektif dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Oleh karena itu, keberadaan Kebun Kompos Kampung Zero Waste diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di lingkungan RT dan RW lainnya.
Melalui kunjungan evaluasi ini, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan menegaskan komitmen untuk terus mendukung inovasi-inovasi pengelolaan sampah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup warga. Diharapkan dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Kampung Zero Waste Kelurahan Kaliwates dapat berkembang menjadi contoh praktik baik dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Apabila berita ini akan dipublikasikan di website PPID atau media Pemkab Jember, narasi tersebut juga dapat dilengkapi dengan data capaian, misalnya jumlah rumah tangga yang telah memilah sampah, kapasitas produksi kompos, volume sampah organik yang berhasil diolah setiap bulan, serta target pengembangan program Kampung Zero Waste sehingga berita menjadi lebih informatif dan kuat dari sisi publikasi.