logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN JEMBER JEMPUT BOLA KE BALI, BIDIK PASAR WISATAWAN MANCANEGARA LEWAT KERJASAMA DENGAN IINTOA

  • 10 Desember 2025
  • Dibaca 204 Kali
Bagikan Via:
dinas-pariwisata-dan-kebudayaan-kabupaten-jember-jemput-bola-ke-bali-bidik-pasar-wisatawan-mancanegara-lewat-kerjasama-dengan-iintoa-20251210

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN JEMBER JEMPUT BOLA KE BALI, BIDIK PASAR WISATAWAN MANCANEGARA LEWAT KERJASAMA DENGAN IINTOA

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember terus bergerak cepat memperkuat promosi pariwisata daerah. Setelah dibukanya rute penerbangan Jember–Bali, Disparbud Jember langsung melakukan langkah jemput bola dengan berkunjung ke Bali pada Selasa (9/12/2025) untuk memperkenalkan potensi wisata Jember langsung kepada pelaku industri wisata internasional.

Rombongan Disparbud Jember dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, dan diterima oleh jajaran pengurus DPD Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) Bali di kantor Come 2 Indonesia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Dalam pertemuan tersebut, Disparbud Jember memaparkan potensi unggulan pariwisata Jember, mulai dari pesona alam Pantai Tanjung Papuma, kekayaan edukasi dan sejarah di Puslitkoka, hingga event kebanggaan dunia Jember Fashion Carnaval (JFC). Jember ditegaskan bukan lagi sekadar kota lintasan, melainkan sudah siap menjadi tujuan utama wisata.

Dalam diskusi juga dibahas kesiapan hotel, restoran, hingga pelaku wisata lokal yang kini terus berbenah mengikuti standar wisatawan internasional. Isu aksesibilitas menjadi salah satu perhatian utama. Dengan adanya penerbangan langsung Bali–Jember, waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat dibandingkan jalur darat.

“Konektivitas adalah kunci. Dengan adanya penerbangan dari Bali ke Jember, waktu tempuh menjadi sangat singkat. Ini memungkinkan kami para travel agent untuk membuat paket wisata singkat, misalnya 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam ke Jember tanpa membuat tamu kelelahan di jalan. Ini efisiensi yang sangat bernilai bagi wisatawan high-end,” jelas perwakilan IINTOA.

Sebagai tindak lanjut nyata, Disparbud Jember mengundang pengurus dan anggota IINTOA Bali untuk mengikuti Familiarization Trip (Fam Trip) ke Jember pada 13–15 Desember 2025. Melalui kegiatan ini, para pelaku wisata di Bali akan diajak melihat langsung destinasi unggulan, fasilitas, serta keramahan masyarakat Jember.

“Kami mengundang IINTOA Bali untuk melihat, merasakan, dan membuktikan sendiri keindahan Jember. Kami ingin rekan-rekan travel agent Bali memiliki pengalaman langsung (product knowledge) yang kuat sebelum menjualnya ke tamu,” ujar Bobby, Kadisparbud Jember.

Langkah jemput bola ini diharapkan membuka jalan masuk wisatawan mancanegara ke Jember melalui pintu Bali, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi Jember di peta pariwisata nasional maupun internasional.

Galeri Foto