Diplomasi Secangkir Kopi: Saat Potensi Perkebunan Jember Menjadi Pintu Kerja Sama Internasional
- 03 Juni 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Diplomasi Secangkir Kopi: Saat Potensi Perkebunan Jember Menjadi Pintu Kerja Sama Internasional
JEMBER, 3 JUNI 2026 — Kerja sama internasional tidak selalu dimulai dari ruang rapat atau pembahasan investasi berskala besar. Di Kabupaten Jember, peluang kolaborasi dengan Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok, justru turut diperkenalkan melalui kekayaan sektor perkebunan yang menjadi salah satu identitas daerah.
Hal itu tampak dalam kegiatan Kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya dan Delegasi Kota Jinhua ke Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 02 Juni 2026, dalam rangka penjajakan kerja sama sister city antara Kabupaten Jember dan Kota Jinhua.
Di tengah pembahasan mengenai peluang kerja sama ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga budaya, sektor pertanian dan perkebunan Jember juga mendapat perhatian. Kehadiran Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh Djamil, M.Si, bersama jajaran Bidang Perkebunan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada tamu dari Tiongkok.
Melalui kesempatan tersebut, berbagai produk kopi khas Jember diperkenalkan kepada delegasi. Tidak hanya menampilkan hasil produksi kopi yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah, Bidang Perkebunan juga menyuguhkan pengalaman menikmati kopi melalui teknik seduh Sikopat atau Signature Kopi Seprapat, sebuah metode penyeduhan yang mengangkat karakter dan cita rasa kopi lokal Jember.
Pendekatan ini menjadi gambaran bahwa sektor perkebunan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi media diplomasi daerah. Apalagi, Jember dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Jawa Timur dengan kualitas yang telah menembus pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama dengan Kota Jinhua.
"Kami adalah kabupaten dengan penghasil kopi robusta salah satu yang terbesar di Jawa Timur. Bukan cuma kopi, kita juga adalah kabupaten dengan penghasil beberapa produk-produk ekspor termasuk edamame yang sudah ekspor ke banyak negara, kemudian juga okra, tembakau, dan cerutu," ujar Fawait.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penjajakan sister city bukan sekadar membangun hubungan antardaerah, melainkan membuka peluang yang lebih luas bagi promosi komoditas unggulan Jember di pasar internasional. Potensi kopi, tembakau, cerutu, hingga produk hortikultura menjadi modal penting yang dapat diperkenalkan kepada mitra luar negeri.
Bagi Dinas TPHP Kabupaten Jember, momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan hasil pembangunan sektor perkebunan kepada dunia. Kehadiran produk kopi dan teknik seduh khas Jember dalam forum internasional tersebut menjadi simbol bahwa komoditas lokal mampu tampil sebagai duta daerah.
Melalui langkah awal penjajakan kerja sama ini, Jember tidak hanya menawarkan peluang investasi dan pendidikan, tetapi juga menghadirkan identitas daerah yang tumbuh dari tanah, kebun, dan tangan para petani. Secangkir kopi yang disajikan kepada delegasi Jinhua menjadi representasi bahwa hubungan internasional dapat dibangun dari potensi lokal yang memiliki kualitas dan daya saing global. (fan)