DKPPP Jember Evaluasi Produktivitas Ayam Petelur, Dorong Pengembangan Usaha Penerima Manfaat di Desa Suco
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
DKPPP Jember Evaluasi Produktivitas Ayam Petelur, Dorong Pengembangan Usaha Penerima Manfaat di Desa Suco
JEMBER – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember melaksanakan monitoring dan evaluasi perkembangan produktivitas bantuan ayam petelur bagi 40 kepala keluarga (KK) penerima manfaat di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal serta mendorong keberlanjutan usaha peternakan sebagai sumber pendapatan keluarga.
Monitoring dilakukan langsung di kandang peternak penerima manfaat oleh tim Bidang Peternakan DKPPP Kabupaten Jember, yakni Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt., Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt., Hairul Anwar, A.Md., dan Andri Munirul Eywan, S.P., bersama Setyo Hendrik Wicaksono, A.Md.Vet., dari Puskeswan Jenggawah.
Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan usaha ayam petelur pada masing-masing penerima manfaat menunjukkan kondisi yang beragam. Sejumlah peternak masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pakan dan menjaga kestabilan produksi telur. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar pengelolaan usaha dapat terus ditingkatkan melalui pendampingan dan evaluasi secara berkala.
Tim Bidang Peternakan memberikan arahan mengenai perencanaan kebutuhan pakan, efisiensi biaya operasional, serta pentingnya menjaga kecukupan nutrisi ayam. Peternak juga didorong untuk rutin memantau kondisi kesehatan ternak, konsumsi pakan, ketersediaan air minum, dan jumlah telur yang dihasilkan.
Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt., menyampaikan bahwa keberhasilan program bantuan tidak hanya ditentukan oleh pemberian ternak, tetapi juga oleh kemampuan penerima manfaat dalam mengelola pemeliharaan secara berkelanjutan.
“Peternak perlu memperhatikan kecukupan pakan, kesehatan ayam, dan kondisi kandang agar produktivitas tetap terjaga. Melalui monitoring dan pendampingan, kami berharap setiap penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara bertahap,” ujarnya.
Selain itu, penurunan produksi telur perlu diamati lebih lanjut karena dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, kecukupan nutrisi, stres, maupun lingkungan kandang. Apabila diperlukan, peternak dapat berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Hasil monitoring juga menunjukkan tiga peternak telah mengembangkan usaha ayam petelurnya. Perkembangan ini menjadi indikasi positif tumbuhnya inisiatif penerima manfaat untuk meningkatkan skala usaha.
Melalui kegiatan ini, DKPPP Kabupaten Jember berharap bantuan ayam petelur dapat memberikan manfaat berkelanjutan, meningkatkan produktivitas ternak, serta memperkuat peluang usaha dan pendapatan keluarga penerima manfaat.(ran)