logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Forum Relawan Bencana Jember Bahas Mitigasi Danau Tunjung, Seluruh Unsur Siap Dukung Pengurangan Risiko

  • 09 Mei 2026
  • Dibaca 117 Kali
Bagikan Via:
forum-relawan-bencana-jember-bahas-mitigasi-danau-tunjung-seluruh-unsur-siap-dukung-pengurangan-risiko-20260509

Forum Relawan Bencana Jember Bahas Mitigasi Danau Tunjung, Seluruh Unsur Siap Dukung Pengurangan Risiko

JEMBER, 09 MEI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar kegiatan Forum Rembuk Relawan Bencana (FRRB) dengan agenda koordinasi rencana tindak lanjut mitigasi potensi bencana Danau Tunjung, Jumat 08 Mei 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor BPBD Kabupaten Jember, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga organisasi pemerhati lingkungan.

Forum ini digelar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan di kawasan Danau Tunjung yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan agenda diskusi dan koordinasi lintas sektor, kemudian berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah pihak terkait di antaranya BPBD Kabupaten Jember, DPRD Kabupaten Jember, Polres Jember, Kodim 0824 Jember, Bakorwil V Jember, Perhutani KPH Jember, BKSDA Wilayah III Jember, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, DPRKPLH, hingga berbagai komunitas dan relawan kebencanaan seperti SAR OPA, APGI, WJPB, Baret Rescue, serta Destana dari beberapa wilayah di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini bertujuan menyusun langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana secara terpadu. Berdasarkan hasil pembahasan rapat, BPBD Kabupaten Jember akan melaporkan hasil koordinasi tersebut kepada Bupati Jember dan BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai bahan tindak lanjut dan sinkronisasi lintas sektor.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga direncanakan akan melibatkan tenaga ahli geologi untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi Danau Tunjung beserta potensi kerawanannya. Hasil asesmen lapangan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) kawasan Danau Tunjung dan daerah terdampak di sekitarnya.

Forum juga menyepakati bahwa pihak yang pertama kali menyampaikan informasi terkait retakan maupun kondisi Danau Tunjung perlu dilibatkan dalam survei lapangan. Langkah ini dilakukan agar proses identifikasi lokasi dapat berlangsung tepat sasaran dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M. mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah tersebut.

“Mitigasi bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat, relawan, hingga masyarakat agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar terukur dan tepat sasaran. Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan persepsi serta menyiapkan langkah mitigasi yang komprehensif,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Jember bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan Danau Tunjung. Seluruh peserta forum juga menyatakan kesiapan mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar. (bob)

Galeri Foto