Gerak Cepat Kecamatan Arjasa Tindaklanjuti Aduan Wadul Guse: Menu MBG Dievaluasi, Tegaskan Komitmen Perbaikan
- 02 April 2026
- Dibaca 213 Kali
Bagikan Via:
Gerak Cepat Kecamatan Arjasa Tindaklanjuti Aduan Wadul Guse: Menu MBG Dievaluasi, Tegaskan Komitmen Perbaikan
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Pemerintah Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur, merespons cepat keluhan masyarakat terkait kualitas dan variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur MBG Biting dan SMAN Arjasa.
Langkah ini diambil setelah adanya sejumlah aduan yang masuk melalui kanal 'Wadul Guse'. Masyarakat menyoroti beberapa poin krusial, mulai dari variasi menu yang dianggap monoton, kualitas bahan baku, hingga teknis distribusi makanan kepada para siswa.
Sekretaris Kecamatan Arjasa, Satriyo, S.Pd., menyatakan pihaknya langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pengecekan lapangan (sidak) guna memastikan standar operasional prosedur (SOP) berjalan semestinya.
"Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan melalui Wadul Guse. Ini menjadi bagian penting dari kontrol sosial agar program yang berjalan benar-benar memberikan manfaat optimal," ujar Satriyo saat ditemui di lokasi, Rabu 01 Maret 2026.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup rantai pasok bahan makanan, proses penyimpanan di gudang, hingga sanitasi di dapur pengolahan. Satriyo mengaku pihaknya juga berdialog dengan petugas dapur dan pihak sekolah untuk menyerap aspirasi secara langsung.
Berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan bahwa aspek pemenuhan gizi sudah terpenuhi, namun terdapat kendala pada kreativitas penyajian yang memicu kejenuhan siswa.
"Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Kami tidak ingin menunda langkah tindak lanjut mengingat program MBG merupakan program strategis yang menyangkut kesehatan dan kesejahteraan generasi muda," tuturnya.
Di SMAN Arjasa, sejumlah siswa mengakui manfaat program ini, namun mereka berharap adanya pembaruan menu agar tidak membosankan. Menanggapi hal tersebut, Satriyo menegaskan akan segera berkoordinasi dengan penyedia layanan untuk melibatkan ahli gizi dalam menyusun variasi menu baru.
"Kami akan dorong adanya evaluasi menu secara berkala. Tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga mempertimbangkan selera anak-anak. Ini penting agar program MBG benar-benar efektif dan makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi habis oleh siswa," tegas Satriyo, S.Pd.
Ke depannya, Kecamatan Arjasa berkomitmen meningkatkan frekuensi monitoring dan evaluasi (monev) secara mendadak. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa rekomendasi perbaikan yang diberikan pascasidak benar-benar diimplementasikan oleh pengelola dapur.
Pemerintah setempat menegaskan bahwa transparansi dan kecepatan merespons aduan adalah kunci utama keberhasilan program nasional ini di tingkat daerah. (aza)