GERAKAN WISATA BERSIH PANTAI WATU ULO CIPTAKAN LINGKUNGAN PANTAI DAN LAUT RESIK TANPA SAMPAH
- 02 Agustus 2025
- Dibaca 682 Kali
Bagikan Via:
GERAKAN WISATA BERSIH PANTAI WATU ULO CIPTAKAN LINGKUNGAN PANTAI DAN LAUT RESIK TANPA SAMPAH
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bunga Desaku 3, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember menyelenggarakan Gerakan Wisata Bersih di kawasan Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan pantai dan laut yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata.
Gerakan Wisata Bersih merupakan aksi gotong royong lintas elemen masyarakat untuk membersihkan kawasan wisata Pantai Watu Ulo. Aksi ini tidak hanya membersihkan pantai secara fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat dan wisatawan agar menjadikan kebersihan sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas wisata.
Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM lokal, pelajar, komunitas lingkungan, relawan muda, perangkat desa, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan wisata di Kabupaten Jember. Hadir pula perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup serta pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.
Aksi bersih-bersih ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bunga Desaku 3 yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu mulai Minggu, 27 Juli 2025. Kegiatan ini difokuskan pada desa wisata di kawasan pesisir selatan Jember, dengan Pantai Watu Ulo sebagai lokasi utamanya.
Pantai Watu Ulo, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jember Selatan, dipilih sebagai lokasi utama kegiatan. Pantai ini merupakan ikon pariwisata daerah yang memiliki daya tarik khas dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan pondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Pantai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga menjaga ekosistem laut dan pesisir tetap lestari.
Para peserta dibekali sarung tangan, kantong sampah, dan alat bantu kebersihan lainnya. Area pembersihan mencakup garis pantai, tempat duduk pengunjung, hingga area parkir. Sampah yang terkumpul dipilah antara sampah organik dan anorganik untuk kemudian dibawa ke tempat pemrosesan. Edukasi singkat tentang ecotourism dan pengelolaan sampah mandiri juga diberikan kepada peserta dan pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam menciptakan wisata yang bersih dan ramah lingkungan.
"Kegiatan ini adalah cerminan dari semangat gotong royong. Kita tidak hanya menjaga wajah pantai hari ini, tetapi juga masa depan pariwisata Jember secara menyeluruh," ujarnya.