logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

GIAT MONITORING DAN EVALUASI PEMBERIAN BANTUAN SUSU FORMULA BAGI BALITA STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN KALIWATES

  • 08 Januari 2026
  • Dibaca 270 Kali
Bagikan Via:
giat-monitoring-dan-evaluasi-pemberian-bantuan-susu-formula-bagi-balita-stunting-di-wilayah-kecamatan-kaliwates-20260108

GIAT MONITORING DAN EVALUASI PEMBERIAN BANTUAN SUSU FORMULA BAGI BALITA STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN KALIWATES

Pemerintah Kecamatan Kaliwates terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi terpadu. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemberian Bantuan Susu Formula kepada balita stunting yang berada di wilayah Kecamatan Kaliwates. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi balita sasaran serta memastikan bahwa bantuan dan layanan yang diberikan berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 6 Januari 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan lokasi kegiatan meliputi Kelurahan Jember Kidul dan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Adapun jumlah sasaran balita stunting yang dikunjungi dalam kegiatan ini sebanyak tiga balita, yang masing-masing memiliki kondisi kesehatan dan latar belakang keluarga yang berbeda.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ini dipimpin langsung oleh Camat Kaliwates, didampingi oleh jajaran pemerintah kelurahan, perangkat kecamatan, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat. Kehadiran lintas sektor ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan stunting secara komprehensif.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini bertujuan untuk:

1.     Mengetahui secara langsung kondisi kesehatan dan tumbuh kembang balita stunting di wilayah Kecamatan Kaliwates.

2.     Mengevaluasi efektivitas pemberian bantuan susu formula sebagai salah satu bentuk intervensi gizi.

3.     Mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan sosial yang dihadapi oleh balita stunting beserta keluarganya.

4.     Menyusun rencana tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan sesuai dengan arahan pimpinan.

5.     Memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting secara terpadu.

Kunjungan pertama dilakukan kepada balita bernama Syakira, berusia 3 tahun, yang berdomisili di wilayah Kelurahan Jember Kidul. Berdasarkan hasil pemantauan, balita Syakira mengalami kondisi stunting dengan disertai kelainan motorik, di mana balita belum mampu duduk maupun berjalan secara mandiri. Selain itu, Syakira juga mengalami kesulitan dalam menelan serta mengunyah makanan padat, sehingga asupan gizinya sangat terbatas.

Dari sisi kondisi sosial keluarga, balita Syakira saat ini berada dalam pengasuhan neneknya. Orang tua balita diketahui telah berpisah, sementara ibu kandungnya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola pengasuhan dan pendampingan kesehatan balita.

Dalam kunjungan ini, tim melakukan pemantauan terhadap kondisi fisik balita, memastikan kelanjutan pemberian susu formula, serta berdialog langsung dengan pengasuh terkait kendala yang dihadapi dalam perawatan sehari-hari. Tim juga mencatat perlunya pendampingan intensif mengingat keterbatasan fisik dan usia pengasuh.

Kunjungan kedua dilaksanakan di Kelurahan Kepatihan, kepada balita bernama Ryu, berusia 4,5 tahun. Balita Ryu teridentifikasi mengalami kondisi stunting, disertai dengan pengeroposan tulang serta adanya indikasi kelainan kulit. Kondisi kesehatan balita Ryu saat ini tergolong memprihatinkan dan memerlukan penanganan medis lanjutan.

Balita Ryu diketahui sedang menjalani proses pengobatan dan rehabilitasi di Rumah Sakit Dr. Soebandi. Berdasarkan hasil evaluasi tenaga kesehatan, balita tersebut disarankan untuk segera menjalani rawat inap (opname) guna mendukung proses penelusuran penyakit lain yang kemungkinan menyertai kondisi stunting yang dialaminya.

Dalam kunjungan ini, Camat Kaliwates beserta tim menyampaikan perhatian serius terhadap kondisi balita Ryu dan menekankan pentingnya percepatan penanganan medis. Tim juga memastikan bahwa keluarga balita mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi layanan kesehatan, pendampingan, maupun pemenuhan kebutuhan gizi.

Kunjungan ketiga dilakukan kepada balita bernama Fahmi, berusia 3 tahun, yang juga berdomisili di wilayah Kecamatan Kaliwates. Balita Fahmi mengalami kondisi stunting dengan kendala utama berupa kesulitan berbicara. Namun demikian, berdasarkan hasil pemantauan, balita Fahmi telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam tumbuh kembang, khususnya pada peningkatan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB).

Balita Fahmi saat ini menjalani pengobatan dan pendampingan medis di Rumah Sakit Dr. Soebandi. Pihak Puskesmas dan keluarga secara rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang balita, serta memastikan kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan.

Tim Monitoring dan Evaluasi mengapresiasi adanya perkembangan positif pada balita Fahmi, sekaligus menekankan pentingnya kesinambungan pendampingan agar kemajuan yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan.

Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi, serta sesuai dengan arahan Camat Kaliwates, telah disusun beberapa rencana tindak lanjut sebagai berikut:

1. Balita Syakira

Untuk balita Syakira, akan dilakukan:

·       Pendampingan intensif oleh kader Posyandu, khususnya dalam memastikan kepatuhan kunjungan rutin ke Rumah Sakit Dr. Soebandi.

·       Pengaktifan Universal Health Coverage (UHC) bagi nenek selaku pengasuh, sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan gratis.

·       Peningkatan pemberian susu formula khusus untuk balita Syakira guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

·       Fasilitasi pendampingan medis dan penyediaan armada ambulans oleh pihak Puskesmas untuk antar jemput ke rumah sakit.

2. Balita Ryu

Untuk balita Ryu, tindak lanjut yang direncanakan meliputi:

·       Upaya percepatan proses rawat inap (opname) sesuai rekomendasi tenaga medis.

·       Pendampingan secara langsung oleh pihak Puskesmas selama proses pengobatan.

·       Dukungan tambahan berupa susu formula dari pihak Kecamatan Kaliwates.

·       Fasilitasi armada ambulans untuk mendukung mobilitas pelayanan kesehatan.

3. Balita Fahmi

Untuk balita Fahmi, langkah tindak lanjut yang akan dilakukan adalah:

·       Pihak Puskesmas tetap memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan.

·       Penyediaan armada ambulans untuk antar jemput pengobatan ke rumah sakit.

·       Pemantauan rutin tumbuh kembang guna memastikan progres yang telah dicapai dapat terus meningkat.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini dihadiri oleh:

1.     Camat Kaliwates

2.     Lurah Jember Kidul

3.     Lurah Kepatihan

4.     Kepala Seksi PMKS Kecamatan Kaliwates

5.     Staf Seksi PMKS Kecamatan Kaliwates

6.     Ahli Gizi Puskesmas Jember Kidul

7.     Bidan Wilayah Kelurahan Jember Kidul

8.     Bidan Wilayah Kelurahan Kepatihan

9.     Staf Kelurahan Jember Kidul

10.  Staf Kelurahan Kepatihan

Seluruh rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemberian Bantuan Susu Formula kepada Balita Stunting di wilayah Kecamatan Kaliwates berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif, serta tetap menerapkan prosedur kesehatan yang berlaku. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kecamatan Kaliwates dalam mendukung program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Diharapkan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Puskesmas, serta peran aktif kader dan masyarakat, upaya penanganan stunting di Kecamatan Kaliwates dapat memberikan hasil yang optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Galeri Foto