Hadiri Monev Pencegahan Perempuan dan Perkawinan Anak, Lurah Sempusari Tekankan Peran Edukasi Keluarga
- 11 Juni 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Hadiri Monev Pencegahan Perempuan dan Perkawinan Anak, Lurah Sempusari Tekankan Peran Edukasi Keluarga
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Pemerintah Kecamatan Kaliwates memperkuat langkah pencegahan perkawinan anak melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) perlindungan perempuan dan anak yang digelar di Pendopo Kecamatan Kaliwates, Rabu 10 Juni 2026.
Kegiatan yang melibatkan seluruh lurah, modin, tokoh masyarakat, serta Dinas Sosial Kabupaten Jember itu menjadi forum penting untuk menyusun strategi bersama menghadapi persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di tingkat lingkungan.
Dalam forum tersebut, Lurah Sempusari Husein Satria Mahardhika menegaskan bahwa pemerintah kelurahan berada di garda terdepan dalam upaya mencegah perkawinan usia anak. Menurutnya, edukasi kepada keluarga harus menjadi fokus utama karena sebagian besar keputusan terkait pernikahan anak berawal dari lingkungan rumah tangga.
“Kelurahan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui RT, RW, kader, dan tokoh masyarakat agar pesan pencegahan ini benar-benar dipahami,” ujarnya.
Husein menilai pemahaman orang tua mengenai dampak perkawinan dini terhadap kesehatan, pendidikan, hingga masa depan anak menjadi faktor penting untuk menekan angka kasus. Karena itu, Kelurahan Sempusari terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga yang memiliki anak usia remaja.
Kegiatan monev tersebut merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Kecamatan Kaliwates bersama Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis masyarakat. Selain mengevaluasi program yang telah berjalan, forum juga membahas penguatan peran modin dan aparatur wilayah dalam memberikan pemahaman kepada warga mengenai risiko perkawinan anak.
Ketua PAC Kaliwates Laskar Sholawat Nusantara, Hasan, menambahkan bahwa upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman bahwa pernikahan harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi usia, mental, maupun ekonomi.
“Selain edukasi dari pemerintah, kami siap bersinergi melalui kegiatan sholawat, majelis taklim, dan pembinaan remaja untuk memberikan pemahaman bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang,” katanya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Jember menekankan pentingnya integrasi data dan koordinasi lintas sektor agar program perlindungan perempuan dan anak dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan.
Forum yang berlangsung dialogis tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi sebagai langkah tindak lanjut penguatan program pencegahan perkawinan anak di wilayah Kecamatan Kaliwates. Pemerintah berharap kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dapat semakin meningkatkan kesadaran warga sekaligus menekan angka perkawinan anak secara berkelanjutan. (as)