Hasil Supervisi SPPG di Tanggul: Ada Beberapa Sarana yang Kurang, tapi Tidak Mengganggu Layanan MBG
- 29 Mei 2026
- Dibaca 71 Kali
Bagikan Via:
Hasil Supervisi SPPG di Tanggul: Ada Beberapa Sarana yang Kurang, tapi Tidak Mengganggu Layanan MBG
JEMBER, 29 MEI 2026 - Supervisi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang di instruksikan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., banyak ditemukan sejumlah SPPG yang belum memenuhi SOP.
Seperti di sejumlah SPPG yang dilakukan supervisi oleh tim Satgas Kecamatan Tanggul, yang dipimpin langsung oleh Camat Tanggul, Farikul Mashudi, pada Jumat, 29 Mei 2029.
Sejumlah SPPG yang ada di Kecamatan Tanggul, secara keseluruhan masih memiliki sejumlah kekurangan, dan tidak sesuai SOP, namun meski demikian, kekurangan yang terjadi di sejumlah SPPG yang ada di Kecamatan Tanggul, tidak mengganggu layanan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sejumlah siswa.
"Dari supervisi yang kami lakukan, memang ada beberapa SPPG yang masih belum mematuhi SOP (Standar Operasional Pelayanan), namun hal ini tidak mempengaruhi layanan pemberian MBG," ujar Farikul.
Menurut Farikul, kekurangan yang ada di SPPG yang ada di Kecamatan Tanggul, dan tidak sampai berpengaruh pada MBG, karena kekurangan hal kecil.
"Kekurangan yang kami temukan di sejumlah SPPG, tidak begitu banyak, tadi kami lihat semua SPPG sudah terpasang cctv, kekurangan kekurangan yang kecil ini, kami himbau kepada pihak SPPG untuk segera dipenuhi sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan," ujar Farikul.
Farikul juga menjelaskan, bahwa untuk kecamatan Tanggul sendiri, ada 1 SPPG yang di suspend oleh BGN, dikarenakan membuang limbah langsung ke sungai.
"Ada satu SPPG yang di suspend oleh BGN, karena membuang limbahnya langsung ke arah sungai, dan ini di suspend sebelum kami melakukan supervisi, dari hasil suspend ini, pihak SPPG diminta untuk segera memperbaiki IPAL-nya," jelas Farikul.
Supervisi ini sendiri dilakukan sebagai upaya Pemkab Jember dalam mengantisipasi permasalahan yang berpotensi timbul dikemudian hari, seperti halnya keracunan maupun hal lain.
Terlebih Kabupaten Jember, oleh kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Ir. Dadan Hindayana, disebut sebagai pilot project Nasional dan daerah percontohan Program MBG. (al)