Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Dapur Rumah Lansia di Jember Lor
- 14 Mei 2026
- Dibaca 147 Kali
Bagikan Via:
Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Dapur Rumah Lansia di Jember Lor
JEMBER, 14 MEI 2026 - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jember mengakibatkan sebuah rumah semi permanen di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengalami kerusakan pada bagian dapur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak pada Kamis, 14 Mei 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah milik Sumiati (78), warga Jalan Delima Merah RT 002 RW 026, Kelurahan Jember Lor. Rumah yang dihuni dua jiwa itu mengalami kerusakan ringan setelah bagian dapur roboh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Jember, kejadian bermula pada Rabu, 13 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kecamatan Patrang dan sekitarnya. Kondisi cuaca yang buruk menyebabkan sebagian bangunan rumah ambrol dan menimpa sejumlah barang milik korban.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan tersebut membuat penghuni rumah harus mengungsi sementara ke rumah tetangga demi keselamatan. Warga sekitar bersama perangkat lingkungan juga melakukan gotong royong untuk membantu mengevakuasi barang-barang milik korban dari reruntuhan bangunan.
Sebagai bentuk penanganan cepat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi, asesmen kerusakan, serta pendistribusian bantuan logistik kepada korban terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, paket kebersihan, terpal, makanan siap saji, lauk pauk, peralatan makan, selimut, serta sandang wanita.
Selain itu, tim Jitupasna BPBD juga melakukan pendataan dan penghitungan kerugian akibat kejadian tersebut guna mendukung tindak lanjut penanganan pascabencana.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, M. Qoidul Umam, mengatakan bahwa kondisi rumah yang telah lapuk menjadi salah satu faktor utama kerusakan bangunan saat cuaca ekstrem terjadi.
“Kondisi bangunan memang sudah cukup rapuh, sehingga saat hujan deras disertai angin kencang terjadi, bagian dapur rumah tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh. Kami bergerak cepat melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada korban,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi bangunan rumah, terutama rumah dengan konstruksi yang sudah tua atau kurang layak huni.
Hingga Kamis sore, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali. Pembersihan material reruntuhan dilakukan secara bertahap oleh warga bersama perangkat lingkungan setempat. BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan tindak lanjut penanganan pascakejadian kepada pihak terkait agar keselamatan warga tetap terjamin. (bob)