Jalan Ambruk di Bintoro Patrang, Lapor di Wadul Gus'e Langsung Ditindaklanjuti
- 11 Maret 2026
- Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
Jalan Ambruk di Bintoro Patrang, Lapor di Wadul Gus'e Langsung Ditindaklanjuti
JEMBER, 11 MARET 2026 - Perbaikan jalan ambruk di depan Kantor Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mulai dilakukan pada Rabu 11 Maret 2026.
Jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan kedalaman kurang lebih 1 meter itu sebelumnya ambruk pada Sabtu 7 Maret 2026 dan sempat mengganggu akses utama menuju sejumlah fasilitas pendidikan dan layanan publik.
Ruas jalan tersebut menjadi jalur penting menuju SMAN 5 Jember, sekolah luar biasa (SLB), serta beberapa fasilitas umum lainnya di kawasan tersebut. Kerusakan yang terjadi membuat arus kendaraan harus melambat dan memicu kekhawatiran warga terkait keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan keterangan pekerja di lokasi, proses perbaikan dilakukan dengan menggunakan ekskavator dan melibatkan sejumlah tenaga lapangan. Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk melalui program pengaduan Wadul Gus’e.
Laporan kerusakan jalan itu disampaikan warga pada Sabtu malam. Pemerintah Kabupaten Jember kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan survei lapangan pada Senin 9 Maret 2026, sebelum akhirnya pekerjaan perbaikan dimulai pada Rabu.
Perangkat Kelurahan Bintoro, Hartono S., mengatakan proyek perbaikan tersebut menjadi bukti respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Atas nama warga Bintoro dan warga Jember, kami mengucapkan terima kasih. Berkat program Wadul Gus’e, laporan masyarakat bisa cepat ditindaklanjuti dan hari ini sudah mulai diperbaiki. Semoga Bupati Jember Gus Fawait selalu sehat dan terus mendengar aspirasi masyarakat,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.
Warga setempat menilai langkah cepat pemerintah daerah sangat membantu. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur padat yang setiap hari dilalui kendaraan, terutama pelajar yang menuju sekolah serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah itu.
Dengan dimulainya perbaikan, masyarakat berharap mobilitas kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Program Wadul Gus’e sendiri belakangan mendapat perhatian warga karena dinilai menjadi saluran komunikasi efektif antara masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam kasus jalan ambruk di Bintoro, penanganan dapat dimulai hanya beberapa hari setelah laporan disampaikan.
Warga berharap pola kerja cepat tanggap seperti ini terus dipertahankan, sehingga berbagai persoalan infrastruktur di Jember dapat segera diatasi dan pelayanan publik semakin optimal.