logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Jejak Peradaban Kuno di Jember, Watu Kenong Jadi Bukti Zaman Megalitikum

  • 19 Maret 2026
  • Dibaca 330 Kali
Bagikan Via:
jejak-peradaban-kuno-di-jember-watu-kenong-jadi-bukti-zaman-megalitikum-20260320

Jejak Peradaban Kuno di Jember, Watu Kenong Jadi Bukti Zaman Megalitikum

JEMBER, 19 MARET 2026 – Keberadaan Watu Kenong di kawasan lereng Gunung Argopuro menjadi bukti bahwa wilayah Kabupaten Jember telah dihuni manusia sejak zaman megalitikum atau batu besar.

Watu Kenong merupakan batu unik yang menyerupai alat musik kenong, dengan tonjolan di bagian atasnya. Bentuk tersebut diyakini bukan terbentuk secara alami, melainkan hasil karya manusia purba yang telah memiliki kemampuan mengolah batu.

Di Jember, Watu Kenong banyak ditemukan di wilayah Arjasa dan Sukowono. Salah satu lokasi yang cukup dikenal adalah Situs Duplang, yang juga menyimpan peninggalan lain seperti menhir dan dolmen.

Para ahli memperkirakan Watu Kenong memiliki berbagai fungsi pada masa lalu, di antaranya sebagai alas tiang rumah panggung, sarana ritual kepercayaan, hingga simbol status sosial masyarakat prasejarah. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia saat itu sudah memiliki sistem sosial dan budaya yang terstruktur.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, menyebut bahwa Watu Kenong merupakan aset sejarah yang memiliki nilai tinggi bagi daerah.

“Ini adalah kekayaan sejarah Jember yang harus dijaga. Tidak hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai potensi wisata edukasi,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Menurutnya, situs-situs megalitikum di Jember memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis sejarah. Selain menarik wisatawan, keberadaan situs ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Namun demikian, Bobby menegaskan bahwa pengembangan tersebut harus tetap mengedepankan aspek pelestarian. Ia tidak ingin peninggalan bersejarah rusak akibat eksploitasi wisata yang berlebihan.

“Kami akan berupaya melakukan penataan dan promosi, tetapi tetap menjaga keaslian situs. Pelestarian menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga situs-situs bersejarah tersebut. Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat penting agar warisan budaya ini tidak hilang.

Di sisi lain, kondisi beberapa lokasi Watu Kenong masih memerlukan perhatian. Minimnya fasilitas dan perlindungan membuat situs tersebut rentan terhadap kerusakan, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Dengan pengelolaan yang tepat, Watu Kenong tidak hanya menjadi bukti sejarah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa Jember memiliki warisan peradaban panjang yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. (mel)

Galeri Foto