Kekeringan Melanda 4 Dusun di Pakusari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 150 KK
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 185 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda 4 Dusun di Pakusari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 150 KK
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 - Kekeringan yang berlangsung sejak Agustus 2026 membuat warga di empat dusun di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga mengering sehingga sebagian warga harus mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai dengan jarak sekitar 800 meter.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, Rabu, 21 Oktober 2026.
Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Jember mendistribusikan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih ke sejumlah tandon yang telah tersedia di lokasi. Selain air, BPBD juga menyalurkan tujuh tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk menunjang ketersediaan air bagi masyarakat.
“Distribusi ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menghemat dan menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau,” kata Faris Fadhil, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Faris menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan setelah BPBD menerima surat permohonan dari Pemerintah Desa Subo dengan Nomor 005/528/35.09.24/2026 tentang permohonan bantuan air bersih.
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 150 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Rinciannya, sebanyak 60 KK berada di Dusun Kaliwining RT 02/RW 06, 30 KK di Dusun Karang Duren RT 02/RW 09, 30 KK di Dusun Sanggar RT 02/RW 01, dan 30 KK di Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04.
Sebelum bantuan tiba, warga memenuhi kebutuhan air dengan mengambil air dari sumber mata air yang berada di dekat sungai. Jarak sumber air tersebut sekitar 800 meter dari permukiman. Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air galon.
Kondisi semakin sulit karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi untuk memasok air bersih ke permukiman warga.
Tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo, perangkat dusun, Babinsa, RT/RW, serta warga sebelum melakukan distribusi air.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali selama kebutuhan air masih belum terpenuhi.
Selain penanganan darurat melalui distribusi air, BPBD juga merekomendasikan adanya penanganan lanjutan oleh organisasi perangkat daerah terkait, terutama untuk mengatasi persoalan ketersediaan sumber dan jaringan air bersih di wilayah terdampak.
“Penanganan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena warga masih menghadapi keterbatasan sumber air. Kami meneruskan kondisi ini kepada dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Faris.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember melibatkan Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, dan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian distribusi dan kondisi lapangan juga didokumentasikan sebagai bahan pemantauan penanganan kekeringan. (tgh)