Kelurahan Wirolegi Gelar Tradisi Lontongan, Pererat Silaturahmi dalam Momen Idulfitri 1447 H
- 28 Maret 2026
- Dibaca 212 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Wirolegi Gelar Tradisi Lontongan, Pererat Silaturahmi dalam Momen Idulfitri 1447 H
JEMBER, 28 MARET 2026 - Pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kelurahan Wirolegi menggelar kegiatan tradisi “lontongan” yang melibatkan pegawai kelurahan, relawan, serta masyarakat setempat, Jumat 28 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan sepekan setelah Lebaran, sekaligus dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi.
Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan lontongan tidak sekadar tradisi, tetapi juga memiliki tujuan sosial yang kuat, yakni mempererat tali silaturahmi antara pegawai pemerintah dan masyarakat.
“Lontongan ini menjadi momentum kebersamaan, agar hubungan antar pegawai dan warga semakin erat,” ujarnya seusai mengadakan tradisi lontongan di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar tersebut, turut dihadiri oleh Camat Sumbersari, seluruh pegawai kelurahan, relawan, serta sejumlah tokoh masyarakat yang diundang secara khusus.
Melalui kegiatan ini, Athur berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Kelurahan Wirolegi.
“Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga, sehingga masyarakat dan pemerintah dapat bahu-membahu dalam membangun lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.
Secara umum, tradisi lontongan merupakan kegiatan berkumpul yang berpusat pada penyajian makanan berbahan dasar lontong, yakni beras yang dibungkus daun pisang dan direbus hingga padat.
Dalam praktiknya, lontongan biasanya diisi dengan aktivitas memasak bersama, membawa hidangan dari rumah, hingga makan bersama sebagai bentuk kebersamaan. Tradisi ini berkembang di berbagai daerah di Jawa sebagai bagian dari budaya menyambut Hari Raya Idulfitri, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan sosial antar warga.
Selain sebagai ajang kebersamaan, lontong juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. Lontong dimaknai sebagai simbol kesederhanaan yang mencerminkan karakter masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, lontong juga melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan. (fat)