Kemarau Berkepanjangan, BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Baratan Timur
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Kemarau Berkepanjangan, BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Baratan Timur
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap dampak bencana kekeringan di Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Rabu 19 Agustus 2026. Asesmen dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Baratan sekaligus untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kegiatan asesmen berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan, pengecekan kondisi sumber air, serta pendataan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Berdasarkan hasil asesmen di RT 02/RW 09, Lingkungan Baratan Timur, diketahui bahwa musim kemarau telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat. Sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter dilaporkan mulai mengering. Selain debit air yang menurun, kondisi air yang masih tersedia juga keruh sehingga tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum tersedianya jaringan pipanisasi di wilayah terdampak. Akibatnya, masyarakat harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air. Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari total sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah RT 02/RW 09, hasil pendataan menunjukkan sekitar 40 KK membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang cukup mendesak bagi masyarakat di lokasi terdampak.
Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Jember juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sumur warga untuk memastikan dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau. Selain melakukan asesmen, petugas turut berkoordinasi dengan RT/RW dan warga guna memperoleh informasi mengenai kondisi terkini serta kebutuhan penanganan di lapangan.
TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, Holik Afandi, mengatakan hasil asesmen menunjukkan bahwa masyarakat di Baratan Timur membutuhkan dukungan pasokan air bersih karena sumber air warga mulai tidak dapat diandalkan.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, sumur warga sudah mengalami kekeringan dan air yang tersisa kondisinya keruh. Di sisi lain, belum tersedia jaringan pipanisasi sehingga warga cukup kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar Holik.
Menurutnya, hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi BPBD Kabupaten Jember untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Saat ini, kebutuhan utama masyarakat adalah tersedianya pasokan air bersih secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kami merekomendasikan agar dilakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Untuk pelaksanaan distribusinya masih menunggu kesiapan pangkon atau sarana pendukung di lokasi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kesiapan penanganan, di lokasi terdampak saat ini telah tersedia dua unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter milik BPBD Kabupaten Jember. Keberadaan tandon tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penampungan apabila distribusi air bersih mulai dilakukan.
Asesmen ini juga merupakan bagian dari upaya BPBD Kabupaten Jember dalam merespons dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026 serta surat permohonan air bersih dari Kelurahan Baratan.
Seluruh kegiatan asesmen berlangsung dengan aman dan lancar tanpa kendala. Tim BPBD Kabupaten Jember menyelesaikan kegiatan pada pukul 18.30 WIB.
Melalui asesmen tersebut, BPBD Jember memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat teridentifikasi secara akurat sehingga langkah penanganan berikutnya dapat dilakukan secara tepat sasaran. Distribusi air bersih akan menjadi tindak lanjut utama setelah kesiapan sarana pendukung terpenuhi, khususnya untuk membantu sekitar 40 KK yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih di Lingkungan Baratan Timur. (bob)