Korsleting Kipas Angin Picu Kebakaran Rumah di Jenggawah, BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik.
- 13 April 2026
- Dibaca 209 Kali
Bagikan Via:
Korsleting Kipas Angin Picu Kebakaran Rumah di Jenggawah, BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik.
JEMBER, 13 APRIL 2026 - Kebakaran rumah warga terjadi di Dusun Jatirejo RT 011 RW 004, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Minggu 12 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik dari kipas angin yang mengalami kerusakan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Nanang Ahmad Fauzi S. Si.menjelaskan bahwa kebakaran terjadi saat rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di sekitar Kota Jember.
“Kipas angin yang sebelumnya rusak telah diperbaiki dan digunakan kembali. Diduga tidak berputar saat dinyalakan sehingga mesin mengalami panas berlebih dan memicu lelehan pada bagian plastik hingga akhirnya terbakar,” ujar Nanang saat dikonfirmasi, Senin 13 April 2026.
Rumah milik Ahmad Ali Basri (33), yang dihuni tiga jiwa, mengalami kerusakan ringan pada bagian ruang tengah. Kerusakan meliputi kusen, jendela, serta plafon. Selain itu, sejumlah barang seperti kasur, sofa, dan peralatan elektronik turut terbakar dalam insiden tersebut.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB, sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Laporan kejadian diterima BPBD Jember pada Senin pagi pukul 10.41 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim TRC bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat terhadap dampak kebakaran.
Pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB, BPBD Jember juga menyalurkan bantuan logistik kepada korban. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, paket kebersihan, makanan siap saji, lauk-pauk, selimut, serta sandang guna meringankan beban korban terdampak.
Selain itu, tim Jitupasna BPBD Jember juga melakukan pendataan dan penghitungan kerugian akibat kejadian tersebut. Proses dokumentasi dan koordinasi dengan perangkat Desa Cangkring serta relawan Tagana turut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Nanang menambahkan, saat ini kondisi di lokasi telah aman dan tidak ditemukan kendala berarti dalam proses penanganan. “Api sudah berhasil dipadamkan oleh warga, dan situasi sudah kondusif,” katanya.
BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di rumah tangga. Penggunaan peralatan elektronik yang telah mengalami kerusakan diharapkan lebih diperhatikan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, perangkat Desa Cangkring, relawan Tagana, serta masyarakat setempat. (tgh)