Krisis Air Bersih Menghantam Tegal Gede Jember, 40 KK Kembali Disuplai 5.000 Liter Air
- 11 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih Menghantam Tegal Gede Jember, 40 KK Kembali Disuplai 5.000 Liter Air
JEMBER, 11 September 2026 – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat puluhan keluarga kesulitan mendapatkan air bersih. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, kembali mendapat bantuan distribusi air bersih, Jumat,11 September 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-11 di wilayah tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi pendistribusian sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon milik warga.
Tim TRC BPBD Jember, Faris Fadhil, mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli 2026. Sejumlah sumur warga mengalami penurunan ketersediaan air hingga mengering.
“Sejak bulan Juli, beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Kedalaman sumur sekitar 8 sampai 10 meter, sedangkan sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman,” kata Faris dalam laporan kegiatan BPBD Jember, Jumat.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk memudahkan penyaluran, warga telah menyediakan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT. Tandon tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air bersih yang didistribusikan oleh pemerintah.
TRC BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Sesampainya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga serta mendampingi distribusi air bersih bersama dinas terkait.
Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan dokumentasi dan pemantauan kondisi warga terdampak.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB itu, sebanyak 5.000 liter air bersih berhasil disalurkan ke tandon yang telah tersedia. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, kondusif, dan terkendali.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara rutin sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menghadapi status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Jember tahun 2026.
BPBD juga merekomendasikan agar penanganan lanjutan diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi pascakejadian, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan distribusi.
Distribusi air bersih ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Tidak terdapat kendala selama pelaksanaan kegiatan.(tgh)