Oleh : Kelurahan Mangli
Lapangan Mangli "Diserbu" Warga: Pasar Murah Jadi Jurus Ampuh Redam Inflasi Jatim 2025
- 05 November 2025
- Dibaca 613 Kali
Bagikan Via:
Lapangan Mangli "Diserbu" Warga: Pasar Murah Jadi Jurus Ampuh Redam Inflasi Jatim 2025
PPID.JEMBER – Pagi (05/11/2025) di Lapang Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mendadak riuh penuh harapan. Ratusan warga Jember, didominasi ibu rumah tangga, rela menunggu sejak pukul 08.00 WIB demi mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga yang jauh lebih "ramah di kantong". Aksi 'serbuan' ini terjadi dalam kegiatan Pasar Murah yang digelar sebagai bagian dari upaya serius Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi cermat antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur dan Disperindag Kabupaten Jember. Pasar Murah ini adalah 'jurus cepat' pemerintah untuk menstabilkan harga, mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan beberapa komoditas pangan, seperti beras, telur ayam ras, dan cabai merah, masih menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Timur.Antusiasme warga Kelurahan Mangli sudah membara sejak pagi. Bahkan, saat para petugas dan panitia dari instansi terkait (termasuk UPT Perlindungan Konsumen Jember dan perangkat Kecamatan/Kelurahan) masih sibuk menata barang, warga sudah tak sabar menunggu di sekitar lokasi.Setelah semua persiapan rampung, acara dibuka secara sederhana oleh Sekretaris Camat Kaliwates. Barulah gerbang antrean dibuka, dan warga berbondong-bondong menuju tenant (stan) utama yang menjual bahan pokok. Dalam sekejap, beras, minyak, gula, dan telur ludes diburu.Ibu Silvia, salah seorang warga yang berhasil mendapatkan barang kebutuhannya, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. "Dengan adanya [pasar murah] ini ya sangat membantu masyarakat. Yang tadinya di toko rada anu [mahal], di sini [harganya] turun," ungkap Ibu Silvia saat diwawancarai.Ungkapan 'turun harga' ini bukan sekadar perasaan. Di pasar murah, komoditas utama dijual dengan harga distributor atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, membuat warga bisa menghemat belasan hingga puluhan ribu rupiah per transaksi, sebuah bantuan nyata yang sangat terasa di tengah tekanan biaya hidup.Namun, Pasar Murah ini bukan hanya tentang menstabilkan harga. Kehadiran acara ini juga menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Selain tenant utama dari penyelenggara, terlihat beberapa stan UMKM ikut meramaikan suasana, menjadikan acara ini semakin meriah dan memiliki dampak ekonomi ganda.Ibu Fitri, salah satu pemilik UMKM di Kelurahan Mangli, mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Acara ini sangat membantu sekali bagi UMKM khususnya warga Mangli, ya, untuk menambah income [pendapatan]. Jadi, untuk perputaran ekonomi di Mangli khususnya, itu sangat membantu sekali," jelasnya. Keikutsertaan UMKM dalam kegiatan strategis seperti ini menunjukkan sinergi kuat antara program pengendalian inflasi pemerintah dengan dorongan pada ekonomi kerakyatan.Melihat antusiasme dan kecepatan transaksi, sekitar pukul 11.00 WIB, hampir seluruh bahan dapur yang disediakan di tenant utama sudah habis dibeli oleh masyarakat. Kondisi ini menegaskan betapa besar kebutuhan warga Jember akan intervensi harga yang dilakukan pemerintah.Pasar Murah di Mangli ini menjadi bukti bahwa sinergi Disperindag Provinsi dan Kabupaten, didukung partisipasi aktif warga dan pelaku UMKM, adalah kunci efektif dalam menjaga Ketahanan Pangan sekaligus mengendalikan inflasi di Bumi Jawa Timur.