Resah Tiap Hujan? Kini Pohon Rawan di Jalan Kalimantan Dilakukan Perempesan demi Keamanan Masyarakat
- 14 April 2026
- Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
Resah Tiap Hujan? Kini Pohon Rawan di Jalan Kalimantan Dilakukan Perempesan demi Keamanan Masyarakat
JEMBER, 14 APRIL 2026 - Kekhawatiran warga saat musim hujan akhirnya mulai terjawab. Pohon-pohon rawan di ruas Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, dilakukan perempesan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat guna meminimalkan risiko bagi masyarakat.
Penanganan tersebut dilakukan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) DPUPR Jember pada Selasa pagi sebagai respons atas keresahan warga yang khawatir terhadap potensi dahan patah hingga pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.
Perempesan difokuskan pada pemangkasan dahan yang rimbun dan dinilai berisiko membahayakan pengguna jalan maupun bangunan di sekitarnya. Kondisi vegetasi yang terlalu lebat disebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Kepala tim di lapangan menyebut, langkah ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal “Wadul Gus’e”, layanan pengaduan 24 jam yang menjadi program Bupati Jember, Muhammad Fawait. Salah satu laporan disampaikan pemilik ruko di kawasan tersebut yang merasa terancam oleh kondisi pohon di depan tempat usahanya.
Pelapor, Rizky Zakaria, mengaku kerap diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun. Ia menyebut dahan pohon sering bergoyang hebat dan berpotensi patah, bahkan dikhawatirkan dapat menyebabkan pohon tumbang yang membahayakan warga sekitar serta mengganggu aktivitas usaha.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim URC bergerak cepat melakukan perempesan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, baik bagi petugas maupun pengguna jalan. Proses pemangkasan dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan lalu lintas di jalur tersebut.
Sebagai salah satu akses utama menuju kawasan kampus Universitas Jember, Jalan Kalimantan dikenal memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi. Karena itu, upaya mitigasi risiko dinilai penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Rizky menyambut baik langkah tersebut. Ia mengaku kini merasa lebih tenang karena potensi bahaya yang sebelumnya menghantui telah berkurang.
“Sekarang sudah lebih aman. Dulu kalau hujan deras disertai angin, kami selalu khawatir. Sekarang sudah tidak terlalu takut lagi,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.
DPUPR Jember menegaskan akan terus meningkatkan respons terhadap aduan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan infrastruktur. Partisipasi warga dalam melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar diharapkan dapat mempercepat penanganan dan menciptakan ruang publik yang lebih aman. (yan)