Lonjakan Wisatawan Picu Kenaikan Omzet UMKM di Pantai Watu Ulo
- 24 Maret 2026
- Dibaca 238 Kali
Bagikan Via:
Lonjakan Wisatawan Picu Kenaikan Omzet UMKM di Pantai Watu Ulo
JEMBER, 24 MARET 2026 - Momentum H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Watu Ulo , Kabupaten Jember.
Lonjakan jumlah wisatawan yang masih tinggi hingga hari ketiga pasca Lebaran berdampak langsung pada peningkatan omzet para pedagang, mulai dari warung makan, penjual minuman, hingga pelaku usaha oleh-oleh.
Sejak pagi hari, aktivitas jual beli di sepanjang akses menuju pantai terlihat jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Wisatawan yang datang bersama keluarga memadati lapak-lapak UMKM untuk membeli makanan, minuman, serta berbagai kebutuhan selama berwisata. Kondisi ini membuat perputaran ekonomi di kawasan tersebut meningkat signifikan.
Salah satu pelaku UMKM, pemilik warung, Mudah, mengaku merasakan lonjakan pendapatan yang cukup besar pada momen libur Lebaran tahun ini.
“Pengunjung makin padat, alhamdulillah omzet juga ikut meningkat. Biasanya tidak seramai ini, tapi sekarang dari pagi sampai sore ramai terus,” ujarnya.
Padatnya pengunjung di kawasan Pantai Watu Ulo pada H+3 Idulfitri ini menunjukkan bahwa wisata lokal Jember semakin diminati masyarakat. Tidak hanya wisatawan lokal, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga terlihat memadati kawasan pantai untuk menikmati keindahan alam serta suasana libur Lebaran.
Salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan jumlah wisatawan adalah kebijakan tarif baru yang diterapkan secara terintegrasi di kawasan Watu Ulo Beach dan Papuma Beach.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, Perhutani, dan pihak terkait, kini diberlakukan sistem satu pintu dengan tarif masuk sebesar Rp12.500, yang memungkinkan wisatawan menikmati dua destinasi sekaligus.
Kebijakan ini dinilai memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, minat kunjungan meningkat, sehingga secara langsung berdampak pada bertambahnya pembeli bagi pelaku UMKM.
Hal tersebut juga dirasakan oleh para wisatawan. Salah satu pengunjung, Dimas, mengaku tertarik datang karena tarif yang ekonomis. “Tiketnya lebih murah. Rp12.500 sudah bisa dapat dua destinasi wisata, Papuma dan Watu Ulo, jadi saya main ke sini,” katanya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa sektor pariwisata di Jember akan kembali berada di jalur yang tepat atau “on the track”. Ia menilai, kebijakan tarif terjangkau yang didukung kolaborasi lintas sektor mampu menjadi salah satu strategi efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berantai yang besar, terutama bagi masyarakat sekitar destinasi wisata. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, pelaku UMKM ikut merasakan manfaat melalui peningkatan pendapatan dan peluang usaha yang semakin terbuka.
Fenomena ramainya pengunjung di H+3 Idulfitri ini menjadi bukti bahwa wisata lokal Jember tidak kalah bersaing dengan destinasi luar daerah. Lebih dari itu, geliat wisata juga terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui peningkatan omzet UMKM.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan pariwisata tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi motor utama peningkatan kesejahteraan warga lokal.